USWAH: Abu Musa Al Asy’ari, Lambang Keikhlasan dan Kejujuran (2)

Editor :
Ilustrasi./minanews.net/ist.

Silahkan bagikan

SEORANG ahli hukum yang cerdas dan berpikiran sehat yang mampu mengerahkan perhatian kepada kunci dan pokok persoalan, serta mencapai hasil gemilang dalam berfatwa dan mengambil keputusan, sampai ada yang mengatakan, “Qadli atau hakim umat ini ada empat orang, yaitu Umar, Ali, Abu Musa dan Zaid bin Tsabit”.

Di samping itu, ia berkepribadian suci hingga orang yang menipunya di jalan Allah, pasti akan tertipu sendiri, tak ubahnya seperti senjata makan tuan. Abu Musa sangat bertanggung jawab terhadap tugasnya dan besar perhatiannya terhadap sesama manusia.

Abu Musa mempunyai sebuah semboyan yang pantas dicontoh. Semboyan atau moto hidupnya itu adalah, “Yang penting ikhlas, kemudian biarlah terjadi apa yang akan terjadi!”

Pejuang yang gagah berani

Dalam arena perjuangan al-Asy’ari memikul tanggung jawab dengan penuh keberanian hingga menyebabkan Rasulullah saw. berkata mengenai dirinya, “Pemimpin dari orang-orang berkuda ialah Abu Musa.”

Dan sebagai pejuang, Abu Musa melukiskan gambaran hidupnya sebagai berikut, “Kami pernah pergi menghadapi suatu peperangan bersama Rasulullah, hingga sepatu kami pecah berlobang-lobang, tidak ketinggalan sepatuku, bahkan kuku jariku habis terkelupas, sampai-sampai kami terpaksa membalut telapak kaki kami dengan sobekan kain.”

Keramahan, kedamaian dan ketenangannya, jangan harap menguntungkan pihak musuh dalam sesuatu peperangan. Karena dalam suasana seperti ini, ia akan meninjau sesuatu dengan sejelas-jelasnya, dan akan menyelesaikannya dengan tekad yang tak kenal menyerah.

Pernah terjadi ketika kaum muslim membebaskan negeri Persi, al-Asy’ari dengan tentaranya menduduki kota Isfahan. Penduduknya minta berdamai dengan perjanjian bahwa mereka akan membayar upeti. Tetapi dalam perjanjian itu mereka tidak jujur, tujuan mereka hanyalah untuk mengulur waktu untuk mempersiapkan diri dan akan memukul kaum muslim secara curang.

Hanya kearifan Abu Musa yang tak pernah lenyap di saat­ saat yang diperlukan, mencium kebusukan niat yang mereka sembunyikan. Maka tatkala mereka bermaksud hendak melancarkan pukulan mereka itu, Abu Musa tidaklah terkejut, bahkan telah lebih dulu ilap untuk melayani dan menghadapi mereka. Terjadilah pertempuran, dan belum lagi sampai tengah hari, Abu Musa telah memperoleh kemenangan yang gemilang.

Dalam medan tempur melawan imperium Persi, Abu Musa al-Asy’ari mempunyai saham dan jasa besar. Bahkan, dalam pertempuran di Tustar, yang dijadikan oleh Hurmuzan sebagai benteng pertahanan terakhir dan tempat ia bersama tentaranya mengundurkan diri, Abu Musa menjadi pahlawan dan bintang lapangannya.

Pada saat itu Amirul Mu’minin Umar ibnul Khatthab mengirimkan sejumlah tentara yang tidak sedikit, yang dipimpin oleh ‘Ammar bin Yasir, Barra’ bin Malik, Anas bin Malik, Majzaah al-Bakri dan Salamah bin Raja’.

Dan kedua tentara itu pun, yakni tentara Islam di bawah pimpinan Abu Musa, dan tentara Persi di bawah pimpinan Hurmuzan, bertemu dalam suatu pertempuran dahsyat. Tentara Persi menarik diri ke dalam kota Tustar yang mereka perkuat menjadi benteng. Kota itu dikepung oleh kaum muslim berhari-hari lamanya, hingga akhirnya Abu Musa menggunakan akal muslihatnya.

Dikirimnya beberapa orang menyamar sebagai pedagang Persi membawa dua ratus ekor kuda disertai beberapa prajurit perintis menyamar sebagai pengembala. Pintu gerbang kota pun dibuka untuk mempersilakan para pedagang masuk. Secepat pintu benteng itu dibuka, prajurit-prajurit pun berloncatan menerkam para penjaga dan pertempuran kecil pun terjadi. @fen/sumber: minanews.net/bahron ansori

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Kerugian Ditaksir 1 Miliar, 4 Unit Mobil dan Gudang Sparepart Mobil Terbakar

Kam Sep 3 , 2020
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Gudang sparepart mobil atau suku cadang mobil bengkel mobil Niaga Motor, milik Hendrik (55) yang berlokasi di Jalan Raya Babakan, Kampung Babakan RT 02/RW 04, Desa Majasetra, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, terbakar, Kamis (3/9) sekitar pukul 16.00 WIB. Salah seorang pekerja Niaga Motor Soni (25) […]