USWAH: Detik-detik Pidato Umar bin Khattab yang Mengobarkan Semangat Kaum Muslim (1)

Editor :
Ilustrasi/Ist

Silahkan bagikan

USAI pemakaman Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Khatttab mengebutkan tangannya dari debu kuburan. Muhammad Husain Haikal menjelaskan, Abu Bakar dimakamkan di rumah Aisyah setelah malam turun, dalam lubang tempat Rasulullah saw. dimakamkan. Tak ada siapa pun di pemakaman itu selain mereka yang menyelenggarakan.

Abdullah anak Abu Bakar bermaksud hendak membantu mereka, tetapi Umar berkata: “Sudah cukup.”

Putrinya, Aisyah Ummulmukminin, Ali bin Abi Talib, dan Umar menyampaikan eulogi (pujian duka) begitu berita kematian Abu Bakar diumumkan setelah matahari terbenam.

Umar sudah menyelesaikan tugasnya yang terakhir terhadap khalifah pertama. la keluar dari liang lahad di rumah Aisyah itu dan setelah memberi salam kepada sahabat-sahabatnya ia kembali pulang ke rumahnya lewat tengah malam.

Ia masuk ke tempat tidur dengan pikiran apa yang hendak dilakukannya besok. Pagi-pagi keesokan harinya umat akan membaiatnya untuk tugas mengurus mereka. la akan menghadapi mereka yang menyetujui pencalonannya karena terpaksa, lalu menghadapi situasi perang yang amat pelik di Irak dan Syam.

Irak dan Syam

Kala itu, posisi pasukan muslim di Irak dan Syam sangat sulit. Kekuatan pasukan Muslimin di Syam sudah tak berdaya berhadapan dengan pasukan Romawi.

Khalifah Abu Bakar ingin menyelamatkannya dengan mengirimkan Khalid bin Walid bersama sejumlah personel dari pasukan Irak. Namun, sampai khalifah wafat belum ada berita yang memberi harapan kemenangan, setidak-tidaknya berita tentang keadaan mereka saja tak ada.

Keberangkatan Khalid dan pasukannya sebagian ke Syam justru menjadikan pasukan Muslimin di Irak semakin lemah.

Al-Musanna bin Harisah asy-Syaibani dengan segala kemahiran dan kemampuannya, tak dapat mempertahankan apa yang sudah diperoleh Muslimin dari daerah Sawad Irak. Malah ia kembali ke Hirah dan bertahan di sana.

Baca Juga :  Pesan Karantina 21 Hari di Dorsett Hotels dan Dapatkan USD $ 60 Selama Anda Menginap

Memang ia dan pasukannya sudah dapat mengalahkan pasukan Persia yang dikirimkan Syahriran anak Ardasyir dan dipimpin oleh Ormizd Jadhuweh di reruntuhan Babel sehingga mereka terusir kalah. Tetapi sesudah kemenangannya ini Musanna hanya bertahan di posisinya semula karena khawatir akan disergap musuh, dengan keyakinan bahwa kendati ia dapat mengadakan perlawanan, tetapi tak akan dapat maju.

Bahkan perlawanannya itu pun sudah sangat sulit jika keadaan di istana Persia sudah kembali tenang dan tidak lagi bergejolak. Al-Musanna telah menulis surat kepada Abu Bakar meminta izin akan meminta bantuan kaum pembangkang (kaum Riddah) yang sudah jelas-jelas bertobat. Tetapi, kala itu, Abu Bakar menolak.

Sesudah lama menunggu jawaban khalifah, ia menunjuk Basyir bin al-Khasasiah menggantikannya di Irak. Dia sendiri berangkat ke Madinah untuk melaporkan keadaannya secara lebih terinci. (bersambung)/@fen/sumber: sindonews.com

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

TAUSIAH: Bagi Muslim Rumah Tak Sekadar Bangunan Fisik

Jum Sep 11 , 2020
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Sejatinya setiap orang mengidamkan rumah yang bagus dalam membina keluarga. Nabi Muhammad saw. berpesan, ada empat indiktor kebahagiaan seseorang, yakni istri salehah, tetangga yang baik, kendaraan yang nyaman, dan rumah yang lapang (HR Ahmad). Namun demikian, rumah bukanlah sekadar bangunan fisik yang indah dan luas serta dilengkapi […]