USWAH: Kesabaran Nabi Ayub dalam Menghadapi Ujian Hidup yang Berat (3/Habis)

Editor Ilustrasi./dok./net.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Dalam menghadapi berbagai ujian tersebut, ada beberapa sikap yang harus dilakukan seorang mukmin.

Pertama, tetap merasa yakin atau optimistis bahwa akan datang pertolongan Allah kepada kita. Kedua, segera mengucapkan innaa lillaahi wainnaa ilaihi rajiuun setiap kali mendapat musibah.

Sikap selanjutnya adalah bertawakal kepada Allah. Tawakal menjadi salah satu syarat bagi seseorang mendapat pertolongan Allah.

Ada hal yang kita perhatikan saat bertawakal. Pertama, jangan menyandarkan hati kepada selain Allah. Jika kita menyandarkan hati kepada selain Allah saat menghadapi satu masalah atau musibah, pertolongan Allah akan semakin jauh dari kita.

Kedua, dalam bertawakal, jangan melakukan ikhtiar dengan mudarat yang lebih besar daripada manfaat. Seperti menyelesaikan segala urusan dengan cara-cara yang syar’i, bukan dengan cara yang haram.

Misalnya, ketika seorang istri menghadapi suatu masalah dengan suaminya, dia dianjurkan untuk melakukan salat hajat, meminta pertolongan kepada Allah supaya diberi jalan keluar yang terbaik. Bukan malah mencari pelarian dengan curhat atau menceritakan persoalan rumah tangganya dengan lelaki lain.

Terakhir, ketika bertawakal, kita harus berserah diri sepenuhnya kepada Allah dari awal hingga berakhirnya urusan.

Dengan berserah diri kepada Allah, kita akan menjadi tenang sehingga dapat menerima apa pun hasil ikhtiar dengan lapang dada. Karena itu, jangan setengah-setengah dalam memasrahkan diri kepada Allah.

Sebagai orang yang beriman hendaklah kita bersabar dengan menahan diri dan berlapang hati. Jauhkan rasa cemas serta was-was yang berlebihan.

Kembalikan semua yang kita alami kepada Allah Yang Maha Agung dan Maha Mengetahui karena kesabaran akan selalu berujung kebahagiaan, seperti halnya pernyataan Umar bin Al Khaththab

Baca Juga :  Puluhan Warga Kertasari Satroni DPRD Minta Bantuan

“Kami dapat merasakan kenikmatan dalam hidup ketika kami mampu bersabar”. Sabar bukanlah suatu sikap yang mudah kita lakukan, tapi juga tidak sulit kita usahakan.

Sering bila kita dihadapkan dengan suatu situasi yang sulit kita mengatakan sudah habis kesabaranku. Padahal kesabaran itu takkan habis dan tak ada batasnya.

Sebagai orang yang beriman hendaknya kita selalu bersikap sabar dalam segala hal dan saling mengingatkan kepada siapa saja yang lupa dengan sikap sabar.

Tidak ada yang kebetulan, segala sesuatu yang kita alami entah itu baik atau buruk selalu ada hikmah di balik semuanya. Selalu ada yang dapat kita pelajari dari setiap orang yang datang dan pergi di dalam kehidupan kita.

Semua hanya dapat kita pahami, jika kita mau belajar untuk melihat dengan hati yang lapang dan pikiran yang terbuka. Kombinasi kesabaran dan tawakal senantiasa hadir dalam diri dan jiwa setiap manusia.

Kemudahan dan kesuksesan akan menjadi capaian terbaiknya, seperti telah tampak uswahnya dari sosok nabiyullah, Ayub a.s.

Semoga kita semua termasuk orang-orang yang sabar dan tawakal. @fen/sumber:mgt.unida.gontor.ac.id

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Ba'asyir Resmi Bebas Murni, Langsung Pulang ke Solo

Jum Jan 8 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Narapidana kasus terorisme, Abu Bakar bin Abud Ba’asyir alias Abu Bakar Ba’asyir telah bebas dari masa tahanan dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Gunung Sindur, Kabupaten Bogor hari ini, Jumat (8/1). Ba’asyir keluar dari Lapas Gunung Sindur pagi ini sekitar pukul 05.30 WIB. Dia dijemput oleh dua anaknya yakni […]