USWAH: Konspirasi Kaum Quraisy Rintangi Dakwah Nabi Saw

Editor Ilustrasi kaligrafi Nama Nabi Muhammad./via republika.co.id/ist.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Mula-mula orang-orang Quraisy berkumpul di rumah Walid ibn Mughirah. Walid meminta kaum Quraisy membuat kesepakatan, apa yang akan dikatakan kepada para peziarah tentang Muhammad.

Lalu ada yang mengusulkan supaya dikatakan bahwa Muhammad dukun, tetapi Walid segera menolaknya karena Muhammad sama sekali tidak tampak seperti dukun karena dia tidak pernah menggumamkan mantra-mantra layaknya dukun.

Yang lain usul katakan saja Muhammad gila. Walid juga menolaknya karena Muhammad tidak pernah menangis tersedu-sedu, atau berbicara sendiri atau linglung.

Bagaimana kalau kita katakan dia penyair, usul yang lain. Walid tetap menolaknya karena yang Muhammad sampaikan itu sama sekali bukan syair.

Akhirnya mereka mengusulkan kita katakan saja Muhammad itu tukang sihir. Walid menolaknya juga: “Dia sama sekali tidak sperti penyihir. Sungguh, kita telah banyak melihat tukang sihir, Muhammad sama sekali tidak komat kamit atau membuat buhul tali seperti penyihir”.

Lalu kita katakan apa, tanya mereka. Walidpun berkata: “ Demi Allah, perkataannya manis, pangkalnya cerdik, sedangkan cabangnya benar-benar matang. Apa pun julukan yang akan kalian tempelkan padanya pasti kelihatan salah. Barangkali yang paling mendekati kemiripan kalian sebut saja dia tukang sihir. Dia datang membawa sihir yang memisahkan seseorang dari ayahnya, seseorang dari saudaranya, seseorang dari istrinnya, seseorang dari keluarganya.  Mereka pun bubar berbekal kesepakatan tersebut. (ar-Rahiq al-Makhtum hal. 94)

Tentang Walid ini turunlah firman Allah SWT:

إِنَّهُۥ فَكَّرَ وَقَدَّرَ فَقُتِلَ كَيۡفَ قَدَّرَ ثُمَّ قُتِلَ كَيۡفَ قَدَّرَ ثُمَّ نَظَرَ ثُمَّ عَبَسَ وَبَسَرَ ثُمَّ أَدۡبَرَ وَٱسۡتَكۡبَرَ فَقَالَ إِنۡ هَٰذَآ إِلَّا سِحۡرٞ يُؤۡثَرُ إِنۡ هَٰذَآ إِلَّا سِحۡرٞ يُؤۡثَرُ

“Sesungguhnya dia telah memikirkan dan menetapkan (apa yang ditetapkannya), maka celakalah dia! Bagaimana dia menetapkan?, kemudian celakalah dia! Bagaimanakah dia menetapkan?,  kemudian dia memikirkan,  sesudah itu dia bermasam muka dan merengut,  kemudian dia berpaling (dari kebenaran) dan menyombongkan diri, lalu dia berkata: “(Alquran) ini tidak lain hanyalah sihir yang dipelajari (dari orang-orang dahulu),  ini tidak lain hanyalah perkataan manusia.“ (QS Al-Mudatstsir 74: 18-25)

Baca Juga :  KISS Transmart dan SOG Distrik Citarum, Galang Dana untuk Cimanggung

Setelah membuat kesepakatan, mulailah orang-orang kafir Quraisy melaksanakannya. Mereka duduk di pinggir jalan-jalan yang biasa dilalui oleh para peziarah. Setiap orang yang lewat mereka peringatkan agar menjauhi Muhammad, jangan sampai terpengaruh oleh kekuatan sihirnya.

Kedatangan para peziarah dimanfaatkan oleh Nabi untuk menyampaikan risalah Islam kepada mereka. Nabi mendatangi mereka di tempat-tempat mereka menginap, mendatangi mereka di Pasar Ukazh, Mujannah, dan Dzil Majaz.

Tidak ingin mereka terpengaruh oleh Muhammad, Abu Lahab selalu membuntuti Nabi dan mengatakan kepada orang-orang yang didatangi Nabi:

“Jangan dengarkan dia, dia orang yang telah meninggalkan agama, dia pendusta !”

Orang-orang kafir Quraisy terus saja mencari cara bagaimana agar orang-orang tidak terpengaruh dengan dakwah Muhammad. Mereka coba mempersoalkan kenapa yang diutus manusia biasa seperti mereka, bukan malaikat. Allah SWT berfirman:

وَقَالُواْ مَالِ هَٰذَا ٱلرَّسُولِ يَأۡكُلُ ٱلطَّعَامَ وَيَمۡشِي فِي ٱلۡأَسۡوَاقِ لَوۡلَآ أُنزِلَ إِلَيۡهِ مَلَكٞ فَيَكُونَ مَعَهُۥ نَذِيرًا

“Dan mereka berkata: ‘Mengapa rasul itu memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar? Mengapa tidak diturunkan kepadanya seorang malaikat agar malaikat itu memberikan peringatan bersama-sama dengan dia?,” (QS Al-Furqan 25: 7). @fen/sumber: republika.co.id/ suaramuhammadiyah.id

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Ade Barkah: Jangan Kerdilkan Kebesaran NU

Sel Mar 2 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Mustasyar PC NU Kabupaten Cianjur Ade Barkah Surahman mengatakan, pengurus NU tidak bisa mengklaim seseorang itu anggota keluarga NU atau bukan. “Pengurus NU jangan mengerdilkan kebesaran NU dengan cara menunjuk seseorang anggota keluarga atau bukan,” katanya. AB menyatakan warga nahdiyin itu ada struktural kultural. Menurut dia, tidak […]