USWAH: Tatkala Nabi Muhammad Saw. Menitikkan Air Mata

Editor :
Ilustrasi./net.

Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Nabi Muhammad saw. memiliki hati yang begitu lembut. Sedemikian lembutnya, sampai-sampai para sahabat acap kali mendapati beliau sedang menangis. Mereka yang melihat Rasululllah saw. menitikkan air mata pun tak tahan pula ikut menangis.

Sebagai contoh, kisah yang diriwayatkan Ibnu Masud. “Suatu ketika,” kata salah satu sahabat itu, “Nabi bersabda kepadaku, ‘Bacakanlah Alquran untukku.’ Maka aku menjawab, ‘Wahai Rasulullah, bagaimana aku bisa membacakan Alquran untukmu sementara Alquran sendiri diturunkan kepadamu?’

Beliau kemudian bersabda, ‘Aku ingin mendengar bacaan orang lain.’ Maka kubacakan surah An-Nisa. Ketika sampai pada ayat (yang artinya) ‘Maka bagaimana bila Kami mendatangkan kepada setiap umat seorang saksi dan engkau jadikan saksi atas umat ini’ (QS an-Nisa 4:42), beliau bersabda, ‘Cukup sampai di sini.’

Aku pun menoleh kepada beliau. Ternyata, kedua mata beliau meneteskan air mata.'”

Dalam riwayat lainnya, Rasulullah dikisahkan pernah menangis ketika menjenguk sahabatnya. Diriwayatkan Ibnu Umar, suatu hari Sad bin Ubadah menderita sakit. Nabi saw. bersama dengan Abdurahman bin Auf, Sa’ad bin Waqqash, dan Abdullah bin Mas’ud pun menjenguknya. Setelah masuk rumah, beliau mendapati Sad sedang pingsan.

Beliau bertanya, “Apakah ia sudah meninggal?”

“Belum,” jawab para sahabat.

Lalu Rasulullah saw. menangis. Para sahabat juga ikut menangis. Kemudian, beliau bersabda, “Tidakkah kalian mendengar? Sesungguhnya Allah tidak mengazab karena air mata, tidak pula karena kesedihan hati, tetapi Dia mengazab karena ini (beliau menunjuk lisannya) atau tidak memberikan rahmat-Nya.”

Sebagai pemimpin, Rasulullah saw. selalu memikirkan umatnya. Sebagaimana yang dilakukan para nabi terdahulu, beliau juga berdoa kepada Allah.

Pada suatu ketika, Rasullullah menuturkan kisah Nabi Ibrahim juga tentang Nabi Isa. Setelah itu, beliau mengangkat kedua tangannya seraya berdoa, “Ya Allah, umatku, umatku.” Setelah itu, beliau menangis. Allah befirman, “Wahai Jibril, temuilah Muhammad–Rabbmu Maha Tahu apa yang terjadi–lalu tanyakan kepadanya mengapa ia menangis.”

Jibril kemudian mendatangi beliau. Kemudian Nabi saw. ceritakan, apa yang terjadi. Lalu Allah berfirman, “Wahai Jibril, temuilah Muhammad lalu katakan, Kami membuatmu rida mengenai nasib umatmu dan itu tidak akan mengecewakanmu” (HR Muslim). @fen/sumber: republika.co.id

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

KJRI Jeddah Benarkan Saudi Buka Umrah untuk Penduduk Lokal

Sel Sep 22 , 2020
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Kantor Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah membenarkan bahwa Pemerintah Arab Saudi telah mulai membuka umrah secara bertahap. Sudah 7 bulan sejak Maret Saudi menutup umrah karena pandemi Covid-19. “Iya confirmed bahwa saudi tetapkan umrah. Namun, dalam tiga tahap tersebut,” kata Konjen RI Jeddah Eko Hartono, Selas […]