Vanessa Shania, Wanita Non Muslim yang Terpanggil untuk Berkurban

Editor Vanessa Shania iku berkurban seekor domba. /visi.news/bambang melga suprayogi
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | BANDUNG -Vanessa Shania, seorang wanita non-Muslim, telah menunjukkan keteladanan yang luar biasa dalam berkurban. Dalam semangat solidaritas dan kemanusiaan, Vanessa, yang akrab dipanggil Sasha, kembali turut serta dalam ibadah kurban tahun ini. Ini adalah tahun kedua ia berpartisipasi dalam kegiatan kurban dan menyerahkan hewan kurbannya melalui pengurus PWNU Jawa Barat.

Hewan yang ia kurbankan adalah seekor kambing yang diberi nama Dava, yang dalam bahasa Ibrani berarti “kesayangan” atau “yang dicintai Tuhan”. Nama ini mencerminkan kasih sayang dan ketulusan hati Vanessa dalam berpartisipasi.

Hukum Kurban bagi Non-Muslim

Secara umum, berkurban adalah perintah Allah yang diperuntukkan bagi mereka yang mampu dan beragama Islam. Hukumnya adalah sunah muakadah, yang berarti sangat dianjurkan bagi muslim yang mampu, bahkan ada ulama yang menyatakan wajib. Namun, bagi non-Muslim yang turut berkurban, tindakan ini tidak diwajibkan secara agama. Meski begitu, partisipasi mereka mencerminkan nilai-nilai kemanusiaan, solidaritas, dan rasa sosial yang tinggi.

Dimensi Sosial dan Kemanusiaan dalam Kurban

Berkurban bukan hanya tentang menunaikan kewajiban agama, tetapi juga sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan Allah SWT. Berikut beberapa makna mendalam dari ibadah kurban:

1. Mampu Berkurban

Mereka yang mampu berkurban digolongkan sebagai orang-orang yang telah diberi kemampuan oleh Allah, sementara yang lain mungkin belum mampu.

2. Membangun Solidaritas

Berkurban meneguhkan rasa sosial dan solidaritas antar sesama, baik muslim maupun non-muslim.

3. Kepekaan Sosial

Partisipasi dalam kurban mengasah kepekaan sosial dan melibatkan banyak orang dalam proses penanganan dan pendistribusian hewan kurban.

4. Karakter Humanis

Ibadah kurban membentuk karakter dan kepribadian yang menghargai hubungan sosial dan memiliki budi luhur untuk saling tolong-menolong.

Baca Juga :  Dinas PUTR Kab. Bandung Utamakan Kontraktor dari Luar?

5. Nilai Kemanusiaan

Berqurban mengangkat nilai-nilai kemanusiaan dan hubungan baik antar manusia (hablum minannas).

6. Keikhlasan dan Ketulusan

Berqurban mengajarkan kita untuk selalu memberikan yang terbaik kepada Allah SWT dengan hati yang ikhlas dan tulus.

Pesan dari Vanessa Shania

“Selamat berkurban buat umat Muslim yang menjalankannya, semoga ibadah berkurbannya menambah keberkahan pada semuanya,” ujar Vanessa Shania dengan senyum sumringah.

Keikutsertaannya dalam berkurban menunjukkan bahwa nilai-nilai kemanusiaan dan solidaritas dapat melintasi batasan agama, menjadikan dunia ini tempat yang lebih baik melalui tindakan-tindakan kecil yang penuh makna.

Vanessa Shania telah membuktikan bahwa semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama dapat dijalankan oleh siapa saja, tanpa memandang latar belakang agama. Tindakan mulianya diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi banyak orang dalam menjaga dan memperkuat rasa persaudaraan serta solidaritas di tengah masyarakat.

@bambang melga

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arafah

Ming Jun 16 , 2024
Silahkan bagikanVISI.NEWS | BANDUNG – Puasa Tarwiyah dilakukan pada 8 Dzulhijjah, sedangkan puasa Arafah dilaksanakan pada 9 Dzulhijjah. Dua puasa ini hukumnya sunnah bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Menurut Imam Nawawi, bagi para Muslim yang sedang melaksanakan rukun Islam kelima, makruh mengerjakan puasa tersebut. Puasa Tarwiyah […]