Search
Close this search box.

Viral, Pria di Aceh Jalan Kaki 136 Km Lewati Longsor Demi Akad Nikah

Tragedi longsor di Aceh, 18 Desember 2025 – Ahmad Handoko menempuh jalur rusak dan berlumpur sejauh 136 km demi melangsungkan akad nikah di Lhoksukon./visi.news/ist.

Bagikan :

VISI.NEWS|ACEH -Kisah perjuangan Ahmad Handoko (25) menempuh jarak 136 kilometer dengan berjalan kaki demi melangsungkan akad nikah menjadi viral di media sosial. Perjalanan ekstrem itu dilalui dari Takengon menuju Lhoksukon, Aceh, karena akses jalan terputus akibat longsor dan banjir bandang, Kamis (18/12/2025).

Handoko, yang sehari-hari bekerja dan juga menjadi pembalap lokal di Atu Lintang, membagikan momen perjalanannya melalui akun Instagram @handoko_115. Dalam unggahan tersebut, terlihat ia dan beberapa pelintas lain menyusuri jalur berlumpur, berbatu, serta melewati titik longsor demi mencapai calon istrinya, Uliya (21).

“Alhamdulillah saya sehat dan sekarang berada di rumah mertua saya, dan Alhamdulillah saya sudah menjalankan akad nikah tanggal 8 Desember kemarin,” ujar Handoko kepada Wolipop.

Perjalanan Handoko dimulai dari Atu Lintang menuju Buntul dengan menumpang motor teman, kemudian dilanjutkan berjalan kaki dari tanggal 5 Desember. Ia mengaku perjalanan terberat adalah menempuh sekitar tujuh kilometer jalan yang terputus total akibat longsor. “Saya berjalan dari Buntul sampai Gunung Salak kurang lebih empat jam perjalanan. Sampai Gunung Salak baru saya numpang lagi sama orang sampai Lhokseumawe. Sampai Lhokseumawe baru saya lanjut ke Lhoksukon,” jelasnya.

Handoko sebagian perjalanan ditemani empat orang teman hingga Kem, kemudian hanya bersama satu sahabat dari Kuala Simpang menuju Lhokseumawe. Ia mengungkapkan rintangan yang dihadapi bukan main-main. “Rintangannya melewati jalan yang putus dan lumpur, harus mendaki di tebing yang berada di sungai,” tuturnya.

Kendati berhasil sampai tujuan, Handoko mengaku sedih karena harus menempuh perjalanan sendirian tanpa kehadiran orang tua maupun saudara kandungnya di momen sakral tersebut. “Tidak ada yang ikut saya berangkat sendiri dari rumah. Sayang akad tanpa kehadiran orang tua dan abang saya. Dan kebetulan ada saudara kuliah di Lhokseumawe saya minta jadi saksi,” ujarnya lirih.

Baca Juga :  VISI | Sya’ban: Menata Jiwa Menyongsong Zaman

Meski demikian, Handoko bersyukur keluarganya di kampung halaman dalam kondisi aman. Ia menambahkan bahwa dampak bencana sangat terasa, terutama kelangkaan beras, bahan bakar, dan bahan pangan lainnya. “Untuk saat ini saya berada di Lhoksukon jadi masih aman. Yang susah itu di Takengon dan Bener Meriah. Harus jalan kaki juga kalau mau beli beras,” pungkasnya.

Unggahan Handoko telah ditonton lebih dari 26,9 ribu kali dan mendapat banyak komentar doa dari warganet. “Samara ya bang, titip salam buat calon istri, semoga kalian selalu dilindungi dan diberkahi keturunan soleh dan soleha,” tulis akun @merahjingga99.@fajar

Baca Berita Menarik Lainnya :