Oleh Nuslih Jamiat
- Dosen Telkom University
- Center of Excellence for SHE(Halal), Telkom University
Lokomotif Ekonomi Syariah
Di TENGAH hiruk pikuk lembaga keuangan konvensional, pesantren-pesantren di Indonesia justru menunjukkan jalan lain yang lebih membumi dan penuh berkah. Baitul Maal wat Tamwil (BMT) yang dikembangkan di lingkungan pesantren bukan sekadar lembaga keuangan mikro biasa, melainkan gerakan ekonomi syariah yang mengakar kuat pada nilai-nilai Islam dan kepercayaan masyarakat.
Kisah yang Menginspirasi
Pondok Pesantren Sidogiri di Pasuruan, Jawa Timur, menjadi contoh cemerlang bagaimana BMT pesantren dapat tumbuh menjadi raksasa ekonomi syariah. Dimulai dengan modal awal hanya Rp13,5 juta pada tahun 1997, kini BMT MMU Sidogiri dan BMT UGT Sidogiri telah memiliki aset mencapai ratusan miliar rupiah.
BMT UGT Sidogiri bahkan dinobatkan sebagai Koperasi Jasa Keuangan Syariah Terbesar se-Indonesia pada tahun 2012, dengan 228 unit pelayanan tersebar di berbagai provinsi dari Jawa, Kalimantan, hingga Bali Kemenag. Pencapaian ini bukan kebetulan, melainkan buah dari penerapan prinsip-prinsip bisnis Rasulullah SAW yang konsisten.
KH Mahmud Ali Zain, mantan Ketua Kopontren Sidogiri yang kini menjabat sebagai Ketua Rabithah Maahid Islamiyah, menjelaskan kunci sukses mereka: menerapkan manajemen Rasulullah yakni siddiq (jujur), amanah (dapat dipercaya), tabligh (transparan), dan fathonah (profesional) JPNN. Keempat sifat mulia ini bukan sekadar slogan, tetapi benar-benar dijalankan dalam setiap transaksi dan keputusan bisnis. (Tribunnews)
Keberkahan Ponpes Sidogiri yang telah berdiri sejak 1745 sangat menentukan kesuksesan BMT-BMT tersebut, karena kepercayaan masyarakat terhadap pesantren yang berusia lebih dari 267 tahun ini sudah sangat kuat Kemenag. Nama besar pesantren menjadi modal sosial yang tak ternilai harganya.
Yang membedakan BMT pesantren dengan lembaga keuangan lainnya adalah orientasinya yang tidak semata mencari keuntungan. KH Mahmud menegaskan bahwa bisnis pesantren dimaksudkan sebagai sumber pendanaan bagi pesantren dan bagaimana menebar rahmat, bukan hanya mencari untung belaka TribunNews.
BMT Sidogiri telah menyerap sedikitnya 1.300 tenaga kerja, tidak hanya dari kalangan santri tetapi juga masyarakat luas TribunNews. Dampak ekonominya sangat nyata: menciptakan lapangan kerja, memberdayakan UMKM, dan menggerakkan ekonomi kerakyatan di tingkat akar rumput.
Dalam Islam, kemandirian ekonomi bukan sekadar urusan duniawi, tetapi bagian dari ibadah dan jihad ekonomi. Allah SWT berfirman dalam QS Al-Baqarah ayat 275: “Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.” BMT pesantren hadir sebagai alternatif halal bagi umat yang ingin terbebas dari sistem ribawi.
Rasulullah SAW bersabda: “Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah” (HR. Bukhari). Hadis ini mengajarkan bahwa memberi lebih mulia daripada meminta. BMT pesantren tidak hanya memberikan pembiayaan, tetapi juga memberdayakan anggotanya agar mandiri dan mampu memberi manfaat kepada orang lain.
Baitul Maal dan Baitul Tamwil
BMT memiliki fungsi layanan keuangan yang komprehensif, yaitu layanan komersial dan sosial, sehingga cocok dikembangkan di pesantren karena dapat memberikan layanan keuangan syariah yang sangat beragam bagi masyarakat pesantren (Republika Online).
Sebagai Baitul Maal (rumah harta), BMT pesantren mengelola dana zakat, infaq, shadaqah, dan wakaf (ZISWAF) untuk membantu fakir miskin dan program-program sosial. Sebagai Baitul Tamwil (rumah usaha), BMT memberikan pembiayaan produktif bagi anggota dan masyarakat sekitar dengan prinsip syariah.
BMT Lainnya
Selain Sidogiri, ada beberapa BMT pesantren lain yang juga menunjukkan prestasi gemilang:
- BMT Bina Umat Sejahtera (Muhammadiyah): BMT Bina Umat Sejahtera yang dikelola Muhammadiyah menjadi contoh BMT yang sukses, di mana yang membedakan adalah pada manusia yang mengelolanya dengan memiliki sifat sidik, amanah, tabligh, fathanah Antara News. BMT ini berhasil mengembangkan jaringan yang luas dan memberikan manfaat nyata bagi umat.
- BMT Rukun Abadi (Pondok Pesantren Nurul Aini): KSPPS BMT Rukun Abadi yang berbasis di Pondok Pesantren Nurul Aini, Tangerang, Banten, memiliki 81 kantor kas se-Indonesia dan berkontribusi positif pada pertumbuhan ekonomi syariah Times. BMT ini juga mengembangkan inovasi seperti program ta’awun haji yang membantu anggota mendapatkan porsi haji dengan dana talangan.
- BMT Bina Insanul Fikri (BIF): BMT BIF tidak hanya mengembangkan kegiatan bisnis, tetapi juga kegiatan sosial sebagai Amil Zakat bekerjasama dengan Lazismu dan Nadzir Wakaf Uang yang telah mendapat pengesahan dari Badan Wakaf Indonesia, bahkan mendirikan Panti Asuhan dan Pondok Pesantren Al Amin Yunandra.
Digitalisasi BMT Pesantren: Menuju BMT 4.0
KNEKS dan stakeholder terkait mendorong pengembangan BMT 4.0 di pesantren, yaitu platform digitalisasi seluruh proses kerja BMT yang mencakup pengelolaan operasional, pelayanan, bisnis, hingga compliance Republika Online. Tahapan pendirian BMT di pesantren meliputi asesmen kelayakan, sosialisasi literasi BMT 4.0, analisa komunitas, pembentukan panitia, pelatihan, hingga peresmian.
BMT Sidogiri sudah terkomputerisasi dan laporan keuangannya menggunakan standar akuntansi serta diaudit oleh akuntan publik, dengan mengadakan Rapat Anggota Tahunan setiap tahun untuk menunjukkan profesionalisme, transparansi, dan akuntabilitas. (JPNN).
Potensi Besar Pesantren
Berdasarkan data resmi Kementerian Agama, jumlah pesantren di Indonesia sudah melebihi 42 ribu institusi dengan potensi ekonomi yang sangat besar, membuat pesantren sangat layak untuk menjadi tuan rumah pengembangan ekonomi syariah Indonesia. (Republika Online).
Dengan basis komunitas yang kuat, jejaring alumni yang luas, dan kepercayaan masyarakat yang tinggi, pesantren memiliki modal sosial yang sangat berharga untuk mengembangkan BMT. Setiap pesantren pada dasarnya adalah miniatur masyarakat dengan aktivitas ekonomi yang beragam.
Dukungan Pemerintah dan Stakeholder
Pengembangan ekonomi pesantren melalui BMT mendapat apresiasi dari berbagai pihak, dengan adanya kerja sama resmi antara Kementerian Agama dengan Bank Indonesia yang membuat dukungan untuk mengembangkan pesantren menjadi makin kuat. (Antara News).
Berbagai lembaga seperti KNEKS, OJK, Kementerian Koperasi dan UKM, serta organisasi Islam turut mendukung pengembangan BMT pesantren sebagai bagian dari strategi nasional meningkatkan inklusi keuangan syariah dan memberdayakan ekonomi umat.
Pembelajaran Berharga dari BMT Pesantren
Kesuksesan BMT pesantren memberikan pelajaran berharga bagi seluruh pesantren di Indonesia. Kemandirian ekonomi bukanlah hal yang mustahil, asalkan ada niat kuat, manajemen yang baik, dan komitmen pada prinsip syariah.
Syarat Sukses BMT Pesantren:
1) Kepercayaan dan Legitimasi: Nama besar pesantren dan kepercayaan masyarakat menjadi modal awal yang sangat penting.
2) Manajemen Profesional: Sistem BMT hampir sama, yang membedakan adalah manusia yang mengelolanya Antara News. SDM yang kompeten dan berintegritas adalah kunci.
3) Transparansi dan Akuntabilitas: Laporan keuangan yang jelas, audit rutin, dan RAT yang konsisten membangun kepercayaan anggota.
4) Orientasi Pemberdayaan: Fokus pada sektor produktif seperti UMKM dan pertanian, bukan sekadar konsumtif.
5) Digitalisasi: Mengadopsi teknologi untuk efisiensi operasional dan kemudahan layanan.
Dampak Multiplier BMT Pesantren
Keberadaan BMT pesantren menciptakan dampak berganda yang luar biasa:
1) Bagi Santri: Mendapat pendidikan kewirausahaan dan keterampilan bisnis praktis, memahami ekonomi syariah secara langsung, dan memiliki peluang kerja setelah lulus.
2) Bagi Pesantren: Memiliki sumber pendanaan mandiri, tidak tergantung donasi, dan dapat mengembangkan program-program pendidikan dan dakwah.
3) Bagi Masyarakat: Akses pembiayaan syariah yang mudah dan terjangkau, terbebas dari rentenir dan sistem ribawi, dan pemberdayaan ekonomi produktif.
4) Bagi Umat: Menguatkan ekonomi syariah nasional, menciptakan ekosistem bisnis halal, dan mewujudkan kesejahteraan bersama.
Bagi pesantren yang belum memiliki BMT, ini saatnya untuk memulai. Bagi pesantren yang sudah memiliki BMT, ini saatnya untuk meningkatkan kualitas dan profesionalisme. Dan bagi masyarakat umum, ini saatnya untuk bergabung dan memanfaatkan layanan BMT pesantren sebagai bagian dari jihad ekonomi umat.
Allah SWT berfirman dalam QS Al-Jumu’ah ayat 10: “Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah.” Ayat ini mengajarkan bahwa setelah beribadah, kita diperintahkan untuk berusaha mencari rezeki.
Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah mencintai hamba yang berkarya dan terampil” (HR. Thabrani). BMT pesantren adalah wadah untuk mengembangkan keterampilan dan kemandirian ekonomi yang dicintai Allah.
BMT pesantren membuktikan bahwa nilai-nilai agama dan bisnis modern dapat berjalan beriringan. Kejujuran, amanah, transparansi, dan profesionalisme yang diajarkan Islam justru menjadi fondasi kokoh untuk membangun lembaga keuangan yang berkelanjutan dan membawa berkah.
Mari kita dukung gerakan BMT pesantren sebagai bagian dari ikhtiar membangun ekonomi umat yang mandiri, berdaya, dan penuh berkah. Pesantren bukan hanya benteng moral bangsa, tetapi juga lokomotif ekonomi syariah yang akan membawa Indonesia menuju kejayaan.
Bergabunglah dengan gerakan BMT pesantren, karena kemandirian santri adalah kemandirian umat, dan kemandirian umat adalah kejayaan Islam!
Wallahu a’lam bishawab. Semoga bermanfaat dan menjadi amal jariyah bagi kita semua. Aamiin Ya Rabbal Alamin.***












