VISI | Pentingnya Manajemen Risiko bagi BPR

Silahkan bagikan

Oleh Idat Mustari

PERUSAHAAN Jasa Keuangan seperti Bank, apakah Bank Konvensional ataupun Syariah, Bank Umum ataupun BPR, sangat berbeda dengan perusahan Non Jasa Keuangan, karena di bank ada pengelolaan uang masyarakat diputar dalam bentuk berbagai investasi, seperti pemberian kredit, pembelian surat-surat berharga dan penanaman dana lainnya.

Itulah kemudian, kenapa bank wajib menerapkan prinsip kehati-hatian, tata kelola dan penerapan manajemen risiko.
Bank Perkreditan Rakyat (BPR) sebagai salah satu jenis bank yang memberikan jasa intermediasi keuangan terutama kepada usaha mikro
dan kecil serta masyarakat di pedesaan, senantiasa menghadapi risiko
dalam pelaksanaan kegiatan usahanya.

Perkembangan industri perbankan yang semakin meningkat, kebutuhan masyarakat atas pelayanan jasa keuangan yang lebih bervariasi, mudah, dan cepat diiringi dengan perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat mendorong BPR untuk lebih meningkatkan produk dan pelayanannya yang pada gilirannya akan meningkatkan risiko BPR.

Peningkatan risiko ini harus diimbangi dengan peningkatan pengendalian risiko. Oleh karena itu, BPR dituntut untuk menerapkan Manajemen Risiko. Penerapan Manajemen Risiko ini selain ditujukan bagi BPR juga dalam rangka melindungi pemangku kepentingan BPR.

Risiko adalah potensi kerugian akibat terjadinya suatu peristiwa tertentu. sedangkan yang dimaksud  Manajemen Risiko adalah serangkaian metodologi dan prosedur yang digunakan untuk mengidentifikasi, mengukur, memantau, dan mengendalikan risiko yang timbul dari seluruh kegiatan usaha BPR.

Manajemen risiko yang baik bagi bank bisa memastikan bank akan selamat dari kehancuran jika keadaan buruk terjadi. Oleh karena itu meskipun penerapan manajemen risiko BPR tidak seperti bank umum, namun penerapan manajemen risiko bagi BPR adalah sebuah keniscayaan yang harus dilakukan.

Ada tiga hal penting dalam manajemen risiko bank, yang seharusnya menjadi
perhatian kalangan pengelola dan pemilik bank, yakni prosedur yang lengkap, kontrol internal,dan faktor sumber daya manusianya.

Baca Juga :  Lawan RANS Nusantara Besok, PEESIB U16 Berharap Petik Kemenangan

Keberhasilan internalisasi manajemen risiko dalam perusahaan atau organisasi tidak semata-mata tergantung pada pemenuhan terhadap peraturan, tetapi juga tergantung pada manusianya yang akan mengambil dan mengelola risiko.

Sekali lagi Sumber Daya Manusia (SDM) adalah lebih penting dari naskah teks peraturan atau pun prosedur. Karakter, sikap dan perilaku yang berbeda akan mempengaruhi dalam merespons suatu risiko yang timbul.

  • Penulis, Komisaris Independen BPR Kerta Raharja

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Kompolnas: Penangkapan Saipul Jamil Mirip Premanisme Jalanan

Kam Jan 11 , 2024
Silahkan bagikanVISI.NEWS | JAKARTA – Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Poengky Indarti mengkritik penangkapan penyanyi dangdut Saipul Jamil dan asistennya, Steven Arthur Ristiady, karena diduga menggunakan narkoba. Poengky menilai bahwa penangkapan tersebut justru mempertontonkan tindakan polisi yang menyerang seseorang secara fisik dan verbal. “Perbuatan tersebut tergolong sebagai tindakan penyiksaan dan […]