VISI | Tabayyun

Silahkan bagikan

Oleh Aep S Abdullah

TABAYUN makin mudah dilakukan di jaman sekarang ini. Setiap orang bisa menanyakan langsung segala hal yang mengganggu pikirannya kepada orang yang dikehendakinya. Bisa melalui WhatsApp, Facebook atau Instagram Massenger, Line, Telegram, Linkedln, dan platform media sosial lainnya.

Tabayyun bisa diartikan sebagai meminta penjelasan atau mengklarifikasi sebuah informasi sebelum bertindak terhadap suatu informasi.

Konsep tabayyun sangat penting dan wajib dimiliki oleh setiap muslim. Sikap ini juga dianjurkan dalam Al Quran.

Dalam QS Al-Hujurat ayat 6 artinya,

“Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan), yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu”.

Perintah Alloh SWT jelas, “Maka telitilah kebenarannya…”. Melalui media sosial setiap orang bisa terhubung secara pribadi, tapi tak sedikit orang yang enggan melakukannya. Padahal tabayun bisa menyelamatkan dunia dan akhirat kita.

***

DARI RAGAM masalah yang datang ke meja redaksi, kalau tidak disiplin dalam verifikasi (tabayyun), akan sangat banyak hoaks, fakenews atau berita bohong yang tersebar. Sehingga disiplin dalam verifikasi merupakan jantungnya sebuah media massa.

Dua orang buruh pabrik mengadu karena kerja hampir 30 tahun, saat ke luar tak dapat pesangon. Mereka bercerita panjang di redaksi sambil menangis. Ini menarik, tapi belum layak untuk jadi berita.

Saat dikonfirmasi ke perusahaan yang dimaksud melalui voice call, ternyata bukan tidak diberikan pesangon, tapi karena kedua buruh menguasakan ke orang lain untuk mengurus pesangonnya. Dan terkuak masalahnya ternyata bukan dengan perusahaan, tapi dengan orang yang dikuasakan oleh kedua buruh ini. Dengan tabayyun, dengan verifikasi informasi, kita bisa mendapat informasi yang benar.

Baca Juga :  Pengunjung Membeludak, Taman Alun-alun Bandung Ditutup Sementara

Begitu juga saat seorang karyawati sebuah rumah sakit swasta di Kota Bandung, mengadukan bank tempatnya mengajukan kredit. Katanya, setelah dilunasi pihak bank mempersulit berkas miliknya saat mau diambil. Setelah tabayyun, setelah diverifikasi, ternyata pihak bank minta salinan perjanjian kredit yang dipegang karyawati itu. Ternyata hilang. Sehingga pihak bank minta agar ada surat keterangan hilang dari polisi. Bukan mempersulit.

Tabayyun atau verifikasi informasi memang merupakan bagian penting dalam UU Pers dan Kode Etik Jurnalistik (KEJ). KEJ menekankan pentingnya verifikasi dan konfirmasi informasi sebelum disebarkan. Ini menunjukkan komitmen terhadap jurnalisme yang bertanggung jawab dan etis.

Begitu pula menurut UU Pers Nomor 40 Tahun 1999, media dan wartawan diwajibkan untuk melakukan konfirmasi sebagai bagian dari proses pemberitaan yang berimbang dan akurat.

Esensi jurnalisme yang dijelaskan oleh Bill Kovach adalah disiplin verifikasi. Ini merupakan salah satu dari sembilan elemen jurnalisme yang Kovach dan Tom Rosenstiel paparkan dalam, “The Elements of Journalism: What Newspeople Should Know and The Public Should Expect”. Disiplin verifikasi ini menekankan pentingnya proses pemeriksaan kebenaran informasi yang dilaporkan, yang membedakan jurnalisme dari media sosial. Dan, karenanya, produk jurnalistik di media massa tetap akan menjadi rujukan kebenaran sebuah informasi.

***

BANYAK masalah yang sebetulnya mudah diselesaikan, tapi karena ego tinggi, terlalu emosional, kemudian dilempar ke media sosial. Oleh temannya di share, saling share dan akhirnya viral. Padahal, masalah yang disebar subyektif, alias tidak benar. Tanpa sadar, kita telah menjadi bagian yang memfitnah orang.

Dalam QS Al Hujurat ayat 12 Alloh SWT berfirman,

Hai orang-orang yang beriman! Jauhilah prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang.”

Ramadan ini waktu yang tepat untuk memperbaiki kualitas diri. Baik psikis maupun fisik kita. Disiplin untuk melakukan tabayyun, verifikasi informasi, akan menjadikan kita pewarna yang baik dalam komunikasi di grup-grup media sosial. Kalau ada video atau narasi yang masuk dan berpotensi melakukan perpecahan cari kebenarannya, dan luruskan.

Baca Juga :  Jadi Pemegang Saham Terbesar di iPrice, Bukalapak Dukung Pertumbuhan Platform Digital Pembanding Harga

Insya Alloh bacaan Al Fatihah di setiap salat kita akan lebih bermakna: Tunjukanlah kami jalan yang lurus. (Yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

Tabayyun adalah sikap tidak mudah percaya pada sesuatu atau orang lain sebelum mendapatkan informasi pada sumbernya langsung.

Tabayyun merupakan salah satu akhlak mulia dan prinsip penting dalam menjaga kemurnian agama Islam dan keharmonisan dalam pergaulan sosial.

Tabayyun atau diam. Kita akan menjadi bagian yang menciptakan kedamaian di masyarakat.***

M Purnama Alam

One thought on “VISI | Tabayyun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

JLL Dinobatkan Sebagai Penasihat Investasi Properti Nomor Satu di Indonesia

Sel Apr 2 , 2024
Silahkan bagikan Untuk ketiga kalinya secara berturut-turut, JLL Indonesia dinobatkan sebagai penasihat investasi properti nomor satu oleh MSCI Real Assets. VISI.NEWS | JAKARTA – JLL, perusahaan jasa profesional terkemuka dalam manajemen real estat dan investasi, telah dinobatkan sebagai penasihat investasi properti komersial teratas di Indonesia untuk tahun 2023 oleh MSCI […]