VISI.NEWS | JEDDAH – Wadi Al-Ahsabah, lembah musiman di wilayah Baha, Arab Saudi, kian menegaskan perannya sebagai sumber kehidupan sekaligus destinasi wisata alam. Dalam laporan yang dirilis Sabtu (24/1/2026), Saudi Press Agency (SPA) menyoroti keunikan geografis dan kekayaan biodiversitas kawasan ini yang membentang sekitar 100 kilometer, dari Al-Makhwah hingga dataran Tihamah sebelum bermuara ke Laut Merah.
Lembah ini dikenal sebagai tujuan favorit wisatawan pada musim dingin dan semi. Pemandangan alamnya dipenuhi tanaman liar musiman seperti lavender, rue, dan mint liar, berpadu dengan pohon Sidr serta hamparan hijau yang menyegarkan mata.
Di tengah kawasan tersebut berdiri Bendungan Wadi Al-Ahsabah yang dibangun pada 2012. Bendungan ini menjadi sumber utama air minum bagi wilayah Al-Makhwah dan Ghamid Al-Zinad dengan memasok sekitar 15 sumur penduduk.
Secara teknis, bendungan ini memiliki panjang 895 meter dan tinggi 22 meter, dengan kapasitas tampung hampir 11 juta meter kubik air. Keberadaannya dinilai krusial dalam menjaga ketersediaan air bersih di kawasan Tihamah.
SPA juga mencatat, area di sekitar bendungan dilengkapi taman seluas 3.600 meter persegi yang berfungsi sebagai ruang terbuka hijau dan tempat rekreasi alami bagi pengunjung, sekaligus mendorong pertumbuhan pariwisata lokal.
Saat curah hujan tinggi, pintu bendungan akan membuka untuk mengalirkan kelebihan air. Proses ini membantu pengisian ulang air tanah serta memastikan pasokan air bagi sumur-sumur pertanian di sekitarnya.
Dengan air tawar yang melimpah dan tanah yang subur, Wadi Al-Ahsabah menjadi salah satu wilayah paling produktif di Baha. Kawasan ini berperan penting dalam sektor pertanian dan ketahanan pangan lokal.
SPA menyimpulkan, Wadi Al-Ahsabah merupakan contoh nyata keseimbangan antara pelestarian lingkungan dan pembangunan. Lembah ini tak hanya menjadi sumber daya air strategis, tetapi juga destinasi ekowisata unggulan di wilayah Tihamah.
@uli