Wak Haji Umuh Takziah ke Rumah Bobotoh Persib Korban Tragedi GBLA

Editor Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PT. PBB), H. Umuh Muchtar menyempatkan diri melayat ke rumah Sofian Yusuf, yang meninggal saat akan menyaksikan pertandingan Persib vs Persebaya, Jumat lalu. Foto ilustrasi/visi.news/ofisial Persib.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS/BOGOR– Komisaris PT. Persib Bandung Bermartabat (PT. PBB), H. Umuh Muchtar melakukan takziah ke rumah Sofian Yusuf, suporter Maung Bandung di Bogor, yang meninggal saat akan menyaksikan laga Persib kontra Persebaya, Jumat lalu di Stadion GBLA, Gedebage Kota Bandung.

Wak Haji panggilan akrab H. Umuh Muchtar, tiba di rumah duka pada Rabu (22/6/2022) sekira pukul 17.15 sore WIB, dan diterima oleh keluarga korban.

Pada kesempatan tersebut, Wak Haji menyampaikan belasungkawa dan duka yang amat dalam kepada keluarga korban atas meninggalnya pendukung Persib, akibat insiden yang tidak terduga.

“Saya menyempatkan diri datang ke Bogor untuk takziah menemui keluarga Sofian Yusuf. Mudah-mudahan dengan kehadiran saya kesini bisa menghibur dan membesarkan hati keluarga korban yang sedang berduka,” sebut H. Umuh.

Saat ditanya soal tragedi meninggalnya dua bobotoh Persib yang diduga ada unsur kelalaian dari pihak penyelenggara, H. Umuh memastikan tidak ada unsur kesengajaan atau kelalaian, karena segala sesuatunya sudah diantisipasi sebelum pertandingan dimulai.

“Kalau pihak penyelenggara lalai pasti akan banyak korban. Kita semua sigap, langsung turun tangan begitu ada kejadian,” sebut dia.@zall

Baca Juga :  Komitmen PSSI untuk Memberantas Praktik Suap dan Pengaturan Skor di Sepak Bola Indonesia

E Akhmad Zall

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Dispendukcapil Surabaya Klaim Keluarkan Akta Nikah Beda Agama Setelah 2 Kali Penolakan

Rab Jun 22 , 2022
Silahkan bagikanVISI.NEWS | SURABAYA – Agus Imam Sonhaji Kepala Dispendukcapil Surabaya mengakui telah mencatat dan mengeluarkan akta pernikahan pasangan beda agama pada 9 Juni 2022, setelah sempat melakukan dua kali penolakan karena belum disertai berkas putusan pengadilan. “Pengajuan pertama dilakukan pada tanggal 26 Maret 2022 namun dikembalikan dan belum diproses […]