VISI.NEWS | KOTA BANDUNG – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyatakan Pemerintah Kota Bandung akan merevitalisasi terminal tipe C dan mengubah angkutan kota menjadi feeder guna menciptakan transportasi publik yang lebih tertib dan efisien bagi warga.
Kebijakan tersebut diarahkan untuk menjawab kondisi 14 terminal tipe C yang dinilai belum berfungsi optimal sebagai simpul transportasi masyarakat.
Farhan menyebut sebagian besar terminal hanya dilintasi angkot tanpa melayani naik turun penumpang secara maksimal.
“Terminal tipe C yang dikelola Pemerintah Kota Bandung itu ada sekitar 14, rata-rata kondisinya seperti sekarang, termasuk Ujungberung,” ujar Farhan dikutip dari laman resmi Pemprov Jabar, Jumat (16/1/2026).
Sebagai solusi, Pemerintah Kota Bandung akan mengalihkan peran angkot dari angkutan utama menjadi feeder atau pengumpan ke moda transportasi yang lebih besar.
“Kita akan mengubah konsep angkot menjadi feeder dan ini akan diterapkan di seluruh Kota Bandung,” ucapnya.
Perubahan tersebut mendorong evaluasi menyeluruh terhadap fungsi terminal tipe C yang dinilai tidak lagi relevan dengan kebutuhan transportasi saat ini.
Menurut Farhan, terminal yang tidak memiliki fungsi strategis akan dialihkan untuk kebutuhan publik lain yang lebih bermanfaat.
“Kalau fungsinya memang tidak ada, akan kita alihkan,” katanya.
Salah satu contoh pengalihan fungsi terminal dilakukan di kawasan Ciwastra yang dimanfaatkan sebagai fasilitas pengolahan sampah.
Kondisi serupa juga terjadi di Terminal Ujungberung yang kini digunakan sebagai kios pasar dan ojek pangkalan.
“Artinya memang kita harus melakukan revitalisasi angkot,” ujarnya.
Muhammad Farhan menegaskan konsep angkot sebagai feeder menjadi kunci membangun sistem transportasi kota yang lebih terintegrasi dan nyaman bagi masyarakat.
“Konsep utamanya angkot sebagai feeder, itu yang paling penting,” ucapnya. @desi