Wali Kota Solo Dorong Digitalisasi dengan Transaksi Non-tunai di Pasar Tradisional

Editor Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming, mencoba transaksi non-tunai dengan pedagang Pasar Gede menggunakan telepon seluler, saat peluncuran sistem pembayaran non tunai " ADIPATI QRIS" dan pojok informasi "Solo Great Sale 2021"/visi.news/tok suwarto
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Even tahunan belanja dengan diskon besar-besaran di toko, mal, dan pasar tradisional Kota Solo bertajuk “Solo Great Sale”, setelah masa pandemi hampir 2 tahun akan kembali digelar selama sebulan Oktober 2021 mendatang.

Menjelang pagelaran akbar “Solo Great Sale 2021″ yang masih sekitar sebulan, Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming, bersama Wakil Wali Kota Teguh Prakosa, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Solo, Nugroho Joko Prastowo dan Ketua Kadin Surakarta, Gareng S Haryanto, Jumat (3/8/2021), meluncurkan sistem pembayaran non-tunai (cashless payment) ” ADIPATI QRIS” dan pojok informasi “Solo Great Sale 2021” di Pasar Gede Harjonagoro.

Gibran menyatakan, dalam menyambut pagelaran akbar “Solo Great Sale 2021”, dia mengajak dan mendorong para lurah di 44 pasar tradisional, seluruh pedagang dan warga Kota Solo segera melakukan digitalisasi dengan transaksi secara cashless atau non-tunai lewat aplikasi QRIS .

“Jadi pembayaran non-tunai QRIS ini merupakan salah satu upaya pemulihan ekonomi. Dengan adanya transaksi cashless, kita bisa mempermudah transaksi jual beli, memberikan rasa aman terhadap pembeli dan memberikan kemudahan,” katanya.

Menurut wali kota Solo, dalam masa pandemi transaksi non-tunai lebih efektif karena tidak perlu membawa dompet ke pasar.

“Di tengah pandemi ini, kita ingin mengurangi pembayaran dengan kontak langsung menggunakan uang tunai dengan contactless payment,” jelasnya, sambil menambahkan, di 44 pasar tradisional sudah tersedia boot informasi dan pembayaran QRIS dengan penggunaan yang sangat mudah.

Ketua Kadin Surakarta, Gareng S Haryanto, mengungkapkan, selama pandemi Covid-19 hampir 2 tahun telah berdampak sangat luar biasa bagi dunia usaha dan sendi – sendi perekonomian, sehingga banyak usaha yang lumpuh dan terpaksa merumahkan karyawannya.

Baca Juga :  Festival Film Bandung Jadi Ajang Promosi Daerah

Kadin Surakarta sebagai wadah para pelaku usaha di Kota Solo dan sekitarnya, bersama Pemkot Solo memberikan dukungan penuh upaya pemulihan ekonomi dengan menggelar “Solo Great Sale 2021”.

“Even ini kita harapkan sebagai momentum yang dapat menjadi pijakan recovery percepatan pemulihan ekonomi Kota Solo dan sekitarnya,” ujar Gareng.

“Solo Great Sale 2021” dengan tema “Memanfaatkan Potensi Ekonomi Digital untuk Solo Melompat Lebih Jauh”, akan diikuti lebih dari 20.000 tenant, meliputi berbagai sektor perdagangan seperti transportasi, perhotelan, restoran, pusat perbelanjaan modern, pasar tradisional dan UMKM.

Pemkot Solo mematok target transaksi selama sebulan antara 1 – 31 Oktober 2021 sebesar Rp. 800 miliar.@tok

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Hasil Liga 1 2021: Madura United vs PS Tira Persikabo Berbagi Angka

Sab Sep 4 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Perubahan posisi terjadi pada papan atas klasemen Liga 1 2021 usai Madura United diimbangi PS Tira Persikabo 1-1, Jumat (3/9). Pada klasemen Liga 1 2021 Madura United menggeser Arema FC. Madura United gagal meraih kemenangan pada lanjutan pertandingan pekan pertama Liga 1 2021 yang digelar di Stadion Indomilk Arena. […]