Warga Binaan Narkoba Lapas Kelas IIB Tasikmalaya Dites Urine

Warga binaan pemasyarakatan kasus narkoba di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tasikmalaya dites urine./visi.news/ayi kuraesin.
Jangan Lupa Bagikan

VISI.NEWS – Sebanyak 32 warga binaan pemasyarakatan kasus narkoba di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tasikmalaya dites urine, Jumat (16/10/2020) pagi.

Dalam kegiatan yang rutin dilaksanakan tersebut, Lapas Kelas IIB Tasikmalaya bekerja sama dengan Satres Narkoba Polresta Tasikmalaya dan BNN Kota Tasikmalaya.

Kepala Satuan Pengamanan Lapas Kelas IIB Tasikmalaya, Redi Agian mengatakan kegiatan ini merupakan tindakan preventif untuk mencegah penyalahgunaan narkotika dan zat adiktif pada masyarakat, khususnya lingkungan Lapas Tasikmalaya. Namun dalam pelaksanaannya, dilakukan secara mendadak.

“Tujuannya untuk menghindari adanya penggunaan atau penyebaran narkoba khususnya di lpas. Untuk itu dilakukan tes urine tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada warga binaan, termasuk kepada petugas. Jadi yang tahu hanya saya dan pimpinan,” ucapnya.

Menurutnya, setelah mendapatkna izin dari pimpinan, pihaknya berkoordinasi dengan Satres Narkoba Polresta Tasikmalaya dan BNN Tasikmalaya. Harapannya, pihaknya tetap menjaga dan waspada terhadap warga binaan, jangan sampai masih ada ketergantungan. Untuk itu secara rutin dilakukan tes urine agar bisa diketahui masih ketergantungan narkoba atau tidak.

“Kami sangat berharap mereka negatif dengan berupaya memaksimalkan pembinaan agar binaan kasus narkoba tidak lagi menyalahgunakan narkoba dalam bentuk apa pun,” tuturnya.

Dikatakan dia, selain melakukan tes urine juga melakukan razia yang dilakukan di kamar hunian secara acak. Namun dengan hanya razia saja tidak maksimal karena itu harus dibarengi dengan tes urine. Hal tersebut sebagai upaya untuk mengetahui warga binaan masih melakukan penyalahgunaan narkoba atau tidak. Adapun alat tes urine didapat dari Jakarta.

Pihaknya juga menghilangkan jadwal pembesukan karena memang situasi Pandemi Covid 19, dimana meng-lockdown seluruh kegiatan kunjungan. Namun demikian, layanan kunjungan dialihkan ke layanan videocall dan penerimaan makanan diatur sesuai jadwal.

Itu pun harus melalui proses pemeriksaan makanan sesuai SOP, guna menghindari ada makanan yang disusupi obat-obatan terlarang.

“Kami akan periksa kalau ada yang menitipkan makanan. Kalau ditemukan ada yang janggal, kami menghubungi BNN dan Polres untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut,” ujarnya.

Dikatakan dia, kegiatan ini juga bagian dari ikrar lapas yang sudah ada MoU lapas dengan BNN dan Polresta Tasikmalaya sebagai bentuk pencegahan penyalahgunaan narkoba.

“Alhamdulillah, hasil dari pemeriksaan tes urine dari 32 warga binaan tidak ditemukan yang positif,” ungkapnya. @arn

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

BMKG Ingatkan Ancaman La Nina di Musim Penghujan

Jum Okt 16 , 2020
Jangan Lupa BagikanVISI.NEWS – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai La Nina pada musim hujan mendatang karena dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti longsor, banjir, dan banjir bandang. Dwikorita di Temanggung, Kamis (15/10/2020), mengatakan mulai bulan Oktober ini La Nina dampaknya mengakibatkan peningkatan curah […]