Warga Kampung Baeud Garut Boleh “Imut”, Jumat Besok Karantina Mandiri Diakhiri

Wakil Bupati Garut Helmi Budiman menyaksikan langsung tes swab massal di Kampung Baeud, Desa Samida, Kecamatan Selaawi, Kamis (11/6)./visi.news/zaahwan aries
Jangan Lupa Bagikan

VISI.NEWS – Wakil Bupati (Wabup) Garut, Helmi Budiman yang ikut dan menyaksikan langsung kegiatan tes swab massal, yang langsung dipantau oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, memastikan bahwa Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut, sudah sepakat untuk tidak melanjutkan karantina mandiri di Kampung Baeud, Desa Samida, Kecamatan Selaawi.

Kebijakan itu diambil, kata Helmi, disebabkan adanya penolakan yang dilakukan warga untuk penerapan karantina mandiri, termasuk juga untuk pelaksanaan tes swab.

“Tadinya kita memang merencanakan untuk memperpanjang penerapan karantina mandiri di kampung ini karena ada tiga warga lainnya yang juga dinyatakan positif Covid-19. Namun tadi kita sepakat bahwa hal itu tidak jadi dilaksanakan,” tuturnya.

Dengan demikian, jelasnya, penerapan karantina mandiri di Kampung Baeud yang dimulai sejak Jumat (29/5) akan diakhiri pada Jumat (12/6).

Namun demikian ia menegaskan hal itu akan dilaksanakan dengan syarat seluruh warga di kampung itu harus menjalani tes swab massal serta menerapkan protokol kesehatan.
 
Helmi berharap, hasil tes swab massal yang dilaksanakan warga Kampung Baeud ini tak ada yang positif. Namun apabila ternyata ditemukan masih ada yang positif, maka hanya orang itu yang akan dibawa ke rumah sakit untuk menjalani isolasi.

“Sedangkan warga lainnya diperbolehkan untuk beraktivitas seperti biasanya,” tandasnya.@zhr

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

2 Penyerang Novel Baswedan Dituntut 1 Tahun Bui, Tim Advokasi Tuntut 3 Hal Ini

Kam Jun 11 , 2020
Jangan Lupa BagikanVISI.NEWS – Tim advokasi Novel Baswedan menilai tuntutan 1 tahun penjara terhadap dua terdakwa penyiraman air keras terhadap Novel, Rahmat Kadir dan Ronny Bugis, terlalu ringan. Tim advokasi Novel Baswedan menyebut ringannya tuntutan itu menunjukkan ketidakberpihakan hukum terhadap korban kejahatan. “Sandiwara hukum yang selama ini dikhawatirkan oleh masyarakat akhirnya terkonfirmasi. […]