Warga Kena Covid Tak Isolasi, Malah Gelar Hajatan

Editor Ilustrasi mural. Warga Cilodong, Depok positif Covid-19 sejak 14 Juni namun baru melapor RT tujuh hari kemudian./cnn indonesia/andry novelino/ist.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kelurahan Sukamaju Kecamatan Cilodong, Kota Depok, Jawa Barat, tidak melakukan isolasi mandiri dan malah bersosialisasi dengan warga lain di luar rumah sementara puluhan warga di lingkungan RW setempat telah terinfeksi positif virus corona.

Ketua RT 2 RW 4 Kelurahan Sukamaju Kecamatan Cilodong, Depok, Tuwin saat dihubungi Antara di Jakarta, Senin (21/6/2021) membenarkan ada warganya yang terkonfirmasi positif Covid-19 sejak tanggal 14 Juni 2021, namun baru melapor pada Senin (21/6).

Bahkan Tuwin mengatakan warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 tersebut sempat menyelenggarakan hajatan pernikahan di lingkungan pemukimannya.

“Saya juga bingung, kemarin katanya habis di-uap di RSHGA, kok tetap hajatan,” kata Tuwin dan menyebutkan tidak mengetahui alasan warga tersebut tidak melaporkan dirinya telah terkonfirmasi positif Covid-19.

Warga tersebut diketahui merasakan gejala sejak tanggal 5 Juni, kemudian diambil spesimennya oleh RS Hasanah Graha Afiah (HGA) pada tanggal 12 Juni.

Kemudian, RS HGA mengeluarkan hasil tes konfirmasi positif Covid-19 pada tanggal 14 Juni 2021. Padahal warga tersebut diketahui menyelenggarakan acara pernikahan pada tanggal 12 Juni 2021 di lingkungan rumah.

Terhitung sudah tujuh hari warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 tersebut tidak melakukan isolasi mandiri dan bersosialisasi seperti biasa, atau 16 hari setelah munculnya gejala.

Tuwin mengatakan di wilayah RT-nya diketahui sedikitnya empat orang positif Covid-19. Sementara di lingkungan RW 3 yang membawahi enam RT setidaknya lebih dari 30 orang positif Covid-19, satu orang di antaranya meninggal dunia.

Dia mengaku telah melaporkan kasus Covid-19 ke puskesmas terdekat untuk diambil tindakan selanjutnya. Namun hingga kini belum ada langkah yang diambil oleh Dinas Kesehatan Depok untuk menyetop penyebaran kasus Covid-19 di lingkungan tersebut.

Baca Juga :  TAFAKUR: Merenungkan Ciptaan Allah untuk Meningkatkan dan Menambah Keimanan (3/Habis)

“Pak RW bilang katanya sudah lapor ke kelurahan, supaya diteruskan ke Kantor Wali Kota, tapi belum ada tindakan,” katanya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok Novarita mengatakan akan segera menindaklanjuti laporan kasus Covid-19 yang warganya tidak isolasi mandiri di Kelurahan Sukamaju.

“Baik,” kata Novarita saat dihubungi dan meminta alamat lengkap wilayah penyebaran Covid-19 di Sukamaju itu.
@fen/cnn indonesia/antara

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Tudingan Rumah Sakit "Mengcovidkan" Pasien, Perhimpunan Rumah Sakit : Kalo Ada Itu Oknum

Sel Jun 22 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) angkat bicara perihal tudingan rumah sakit yang mengcovidkan pasiennya. Persi menegaskan, ada aturan yang ketat untuk mendiagnosa pasien Covid-19. “Ada aturan yang kuat sekali kapan pasien itu ditentukan atau didiagnosa sebagai Covid. RS harus melampirkan banyak sekali dokumen pendukung untuk menyampaikan […]