VISI.NEWS | KOTA BANDUNG – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menerapkan skema Work From Home bagi aparatur sipil negara dengan pengawasan ketat sekaligus mengajak pimpinan daerah berangkat ke kantor menggunakan sepeda setiap Jumat sebagai contoh kedisiplinan kerja.
Farhan menyampaikan kebijakan tersebut menjadi bentuk teladan pimpinan agar pelayanan pemerintahan tetap berjalan optimal meskipun sebagian pegawai bekerja dari rumah.
“Hari Jumat kita akan berangkat ke kantor pakai sepeda bersama Forkopimda,” ujar Farhan dikutip dari laman resmi Pemprov Jabar, Jumat (3/4/2026).
Ia menegaskan kebijakan bekerja dari rumah tidak berlaku bagi pejabat pimpinan karena mereka tetap wajib hadir langsung di kantor.
“Pimpinan harus tetap datang ke kantor, karena WFH tidak berlaku untuk pimpinan,” kata Farhan.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kota Bandung Evi Hendarin menjelaskan pemerintah kota menyiapkan sistem pengawasan digital agar kinerja aparatur tetap terpantau.
“Kita akan membuat sistem pengawasan dan pengendalian agar pelaksanaan WFH berjalan sesuai harapan,” ujar Evi.
Pemerintah Kota Bandung juga mewajibkan seluruh aparatur menggunakan aplikasi presensi Gercep Mobile untuk memastikan kehadiran pegawai tercatat secara akurat.
Sistem tersebut mampu mendeteksi lokasi pegawai sehingga tidak dapat dimanipulasi menggunakan lokasi palsu.
“Absensi sekarang sudah pakai Gercep Mobile, jadi tidak ada GPS palsu. Lokasi pegawai bisa terdeteksi,” kata Evi.
Pengawasan kinerja aparatur dilakukan beberapa kali dalam sehari agar aktivitas kerja tetap berjalan meskipun pegawai tidak berada di kantor.
“Pengawasan dilakukan pagi, siang dan sore, jadi aktivitas ASN tetap terpantau,” ujar Evi.
Standar respons aparatur juga diperketat dengan mengacu pada pedoman Badan Kepegawaian Negara.
“Kalau ditelepon maksimal 5 menit harus diangkat, dan WhatsApp 3 menit harus dibalas,” tuturnya.
Pemerintah Kota Bandung menyiapkan sanksi bagi aparatur yang melanggar ketentuan selama penerapan sistem kerja tersebut.
“Sanksinya ada dan sedang disusun lebih lanjut,” ujar Evi. @desi