WHO Janji Gelar Penyelidikan Corona

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus./afp/fabrice coffrini.
Jangan Lupa Bagikan

VISI.NEWS – Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, berjanji akan melakukan penyelidikan mandiri terkait tanggapan lembaga tersebut dalam menangani virus corona jika kondisinya dinilai sudah tepat.

Pernyataan tersebut disampaikan menanggapi resolusi yang diajukan sejumlah negara Afrika, Eropa, dan lainnya untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penanganan pandemi virus corona.

“Dalam kerangka tersebut, kami menampung resolusi yang diajukan sebelum majelis ini, yang meminta diadakan evaluasi secara mandiri, menyeluruh, dan berimbang,” kata Tedros dalam forum sidang Majelis Kesehatan Dunia (WHA) di Swiss, seperti dilansir CNN Indonesia
dari Associated Press, Selasa (19/5).

“Supaya benar-benar menyeluruh, maka evaluasi seperti itu harus didukung oleh seluruh pihak dengan niat baik. Jadi saya akan melakukan evaluasi mandiri dalam waktu yang tepat untuk menilai pengalaman dan pelajaran yang bisa diambil, dan membuat usulan untuk memperbaiki kesiapan menghadapi situasi wabah secara nasional dan pandemi secara global,” ujar Tedros.

Tedros menyatakan Komisi Pemantau dan Penasihat Independen WHO sudah menerbitkan laporan soal penanganan pandemi virus corona setebal 11 halaman. Di dalamnya berisi rekomendasi terhadap sekretariat dan para negara anggota.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres, mengajak seluruh negara di dunia untuk bersatu menghadapi pandemi virus corona.

Dalam jumpa pers di Gedung Putih, Washington D.C., Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mencibir kebijakan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam menghadapi pandemi virus corona, dan menuduh lembaga itu hanya menjadi boneka Cina.

Trump juga menolak berpidato di depan forum Majelis Kesehatan Dunia (WHA) secara telekonferensi pada Senin (18/5) kemarin.

“Nanti saya akan memberikan pernyataan kepada mereka (WHO). Saya pikir pekerjaan mereka sangat payah dalam beberapa waktu,” kata Trump dalam jumpa pers.

“AS menyumbang US$ 450 juta per tahun kepada mereka. Cina menyumbang US$ 38 juta setiap tahun. Dan mereka adalah boneka Cina. Mereka Cina-sentris. Mereka memberi kami saran yang sangat buruk. Mereka selalu salah dan malah berada di samping Cina,” kata Trump.

Trump juga kembali menyatakan Cina harus bertanggung jawab atas pandemi virus corona.

“Cina harus bertanggung jawab atas perbuatan mereka. Mereka sangat menyakiti dunia, dan menyakiti diri mereka sendiri, tetapi mereka sangat menyakiti dunia. Ya mereka harus bertanggung jawab,” ujar Trump.

Trump mengklaim pemerintahannya mempunyai bukti bahwa virus corona adalah hasil rekayasa di laboratorium Institut Virologi Wuhan, Cina. Namun, Cina berkali-kali membantah dugaan tersebut.

Menurut penelitian ilmiah, virus tersebut menular dari hewan kepada manusia. @fen

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Desakan Kebutuhan Lebaran Dorong Warga "Langgar" PSBB 

Sel Mei 19 , 2020
Jangan Lupa BagikanVISI.NEWS — Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Pasar dan Terminal Soreang Kabupaten Bandung, tidak tampak terlaksana dengan baik. Desakan kebutuhan bahan pokok masyarakat dan pakaian baru buat lebaran telah  mendorong meteka “melanggar” aturan PSBB. Yuni (45), warga DesaSadu,  Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung Bandung yang sedang belanja di […]