WISATA RELIGI: Peninggalan Kerajaan Islam beserta Sejarah Singkatnya (2)

Editor :
Jejak peninggalan kerajaan Islam dapat dibuktikan dari bangunan bercorak Islami yang masih berdiri dan bisa ditemui sampai saat ini, seperti masjid dan keraton./istockphoto/cnn indonesia/joko harismoyo/ist

Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Sepeninggalnya Sultan Trenggono terjadi konflik perebutan kekuasaan antar anggota keluarga kerajaan, yang berdampak melemahnya kerajaan Demak. Runtuhnya Kerajaan Demak terjadi saat pemindahan kekuasaan dari Demak ke wilayah Pajang.

Namun demikian, Kerajaan Demak juga meninggalkan benda bersejarah. Peninggalan Kerajaan Islam ini berupa Masjid Agung Demak, Pintu Bledeg, Makam Sunan Kalijogo, Soko Guru, dan Pawestren.

4. Kerajaan Cirebon (1430-1677)

Kesultanan Cirebon berdiri pada abad ke 15 dan 16 M. Berlokasi di pantai utara Pulau Jawa yang menjadi perbatasan antara wilayah Jawa Tengah dan Jawa Barat, ini membuat Kesultanan Cirebon menjadi jembatan antara 2 kebudayaan yaitu, Jawa dan Sunda.

Berdasarkan Babad Tanah Sunda dan Atja pada naskah Carita Purwaka Caruban Nagari, Cirebon mulanya adalah sebuah dusun kecil yang didirikan oleh Ki Gedeng Tapa.

Ki Gedeng Tapa menamakan perkampungan tersebut dengan Caruban (Dalam bahasa Sunda berarti: Campuran). Para pendatang di perkampungan tersebut datang dari beragam suku, agama, bahasa, dan adat istiadat.

Namun demikian, bukanlah Ki Gedeng Tapa yang mendirikan kerajaan Cirebon. Kerajaan Cirebon didirikan oleh Pangeran Walangsungsang.

Pangeran Walangsungsang merupakan anak Prabu Siliwangi, penguasa kerajaan Padjadjaran. Prabu Siliwangi kemudian mengutus Walangsungsang untuk menjadi adipati di Cirebon.

Penyebaran agama Islam di Jawa Barat, dibantu oleh keponakan Pangeran Walansungsang, yang bernama Syarif Hidayatullah atau yang lebih dikenal dengan Sunan Gunung Jati. Kesultanan Cirebon tetap bertahan hingga kini meski tak lagi memerintah.

Peninggalan kerajaan Islam Cirebon cukup banyak di antaranya, Keraton Kasepuhan Cirebon, Keraton Kanoman, Keraton Kacirebon, Keraton Keprabon, Kereta Singa Barong Kasepuhan, Masjid Sang Cipta Rasa, dan Makam Sunan Gunung Jati.

5. Kerajaan Mataram Islam (1586-1755)

Kerajaan Mataram Islam berbeda dengan Kerajaan Mataram Hindu. Kerajaan ini berdiri di tanah Jawa pada abad ke-17. Pada awalnya, Mataram adalah daerah Kadepaten di bawah Kerajaan Pajang.

Daerah tersebut adalah hadiah dari Sultan Adiwijaya kepada Ki Ageng Pamanahan karena keberhasilannya membantu menumpas Arya Penangsang.

Penumpasan Arya Penangsang dilakukan oleh anak Ki Ageng Pamanahan bernama Sutawijaya. Atas kehebatannya, Sultan Adiwijaya (Jaka Tingkir) mengangkatnya sebagai anak dan saudara dari putra mahkota yakni Pangeran Benawa.

Setelah Ki Ageng Pemanahan wafat, posisinya digantikan oleh Sutawijaya. Di bawah kepemimpinannya Mataram Islam berkembang pesat.

Keruntuhan kerajaan Mataram Islam disebabkan oleh perpecahan dalam tubuh Kerajaan Mataram Islam menjadi dua, yang meninggalkan sejarah pada dua kota berbeda, yaitu Yogyakarta dan Solo.

Peninggalan Kerajaan Islam tersebut yang hingga kini masih dapat dijumpai adalah Masjid Agung Gedhe Kauman, Masjid Kotagede, Masjid Pathok negara Sulthoni Plosokuning, Masjid Agung Surakarta, dan Masjid Al Fatih Kepatihan Solo.

6. Kerajaan Banten (1526-1813)

Kerajaan Banten merupakan salah satu Kerajaan Islam yang ada di provinsi Banten, dan pada awalnya berada di bawah kekuasaan Kerajaan Demak.

Hingga awal abad ke-16, penduduk wilayah Banten masih menganut agama Hindu. Hal ini dikarenakan Banten masih bagian dari wilayah Kerajaan Pajajaran yang berpusat di Bogor.

Lalu pada 1526, Sultan Trenggono menugaskan anaknya Fatahillah untuk menaklukan Pajajaran dan memperluas wilayah Demak.

Berhasil menaklukan Pajajaran dan melepaskan diri dari Demak, Fatahillah kemudian menunjuk putranya Maulana Hasanuddin untuk memimpin Kerajaan Banten (1522-1570).

Sultan Hasanuddin menjadikan Banten sebagai pusat perdagangan di barat Pulau Jawa, karena letaknya yang dekat pesisir. Dengan komoditi utama saat itu adalah Lada.
(bersambung)/@fen/sumber: cnn indonesia.

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Aplikasi Tanaqqol Bantu 15 Ribu Jemaah di Masjid Al-Haram

Sen Des 28 , 2020
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Aplikasi Tanaqqol yang disediakan oleh Presidensi Umum untuk Urusan Dua Masjid Suci telah memberi manfaat pada lebih dari 15 ribu jemaah, sejak Masjid al-Haram membuka pintunya kembali untuk umrah. Aplikasi ini memungkinkan kendaraan dan gerobak listrik dipesan melalui smartphone untuk melakukan tawaf dan sai. Direktur departemen layanan […]