Yadi Srimulyadi, “Yakin Bisa Panceg Ngadukung Ibu Yena?”

Mantan Wakil Bupati Bandung H. Yadi Srimulyadi saat sosialisasi pasangan Yena-Atep di Gedung Graha Wirakarya, Kecamatan Ciparay, Kebupaten Bandung, Rabu (28/10/2020)./visi.news/mp alam
Jangan Lupa Bagikan

VISI.NEWS – Tokoh PDI Perjuangan Kabupaten Bandung H. Yadi Srimulyadi menegaskan bahwa Calon Bupati (Cabup) Bandung Hj. Yena Iskandar Ma’soem selain calon pemimpin daerah yang sangat potensial juga didukung penuh oleh pengurus pusat partai berlambang banteng tersebut.

Doraka mun masih aya kader PDIP nu naroskeun keneh Bu Yena teh urang mana. Ibu Yena teh dieskaan ku DPP PDI Perjuangan, ditandatangan ku ketua umum. Berarti melalui proses panjang, melalui DPC Kabupaten Bandung, terus ke DPD Jawa Barat, terus ke DPP anu ditandatangani langsung ku Ibu Megawati Soekarnoputri. Ieu tandatangan Ibu Mega. Yakin bisa panceg ngadukung Ibu Yena?,” tanya Anggota DPR RI itu pada sosialisasi Paslon Yena-Atep di Gedung Graha Wirakarya, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Rabu (28/10/2020) siang.

Para pengurus ranting dan anak cabang yang hadir di gedung tersebut pun menjawab serentak, “Panceeeggg!“.

Yakin teh kudu jeung hate,” balas Yadi, disambut tepuk tangan para kader.

Yadi menjelaskan, setelah mengantongi rekomendasi ketua umum, Yena bersama pengurus DPD dan DPC mengadakan roadshow ke PAC-PAC yang ada di Kabupaten Bandung. “Setelah itu, Paslon Yena-Atep terus melakukan sosialisasi ke masyarakat. Berangkat dari rumah setelah subuh, terus tiap hari, kabayang capena. Tapi, sampai sekarang masih ada warga Kabupaten Bandung yang belum mengetahui ada Pilkada pada 9 Desember 2020. Ironis. Nah, ieu kesempatan keur para pengurus ranting jeung anak cabang ngabewarakeun. Tugas aranjeun keur nyosialisasikeun. Da, teu mungkin 31 kecamatan sa Kabupaten Bandung kabeh bisa katincak ku Ibu Yena,” ungkapnya.

Seperti biasa, “tausiah politik” Yadi Srimulyadi selalu diisi dengan doktrinasi yang sifatnya penguatan ideologi partai. Dari mulai karakter sebagai pengikut Soekarno sampai cara mengimplementasikan kecintaan terhadap idolanya itu melalui perjuangan yang tak pernah menyerah. “Tiap hari harus terus bergerak, tiap hari harus mengenalkan Yena-Atep. Kalau satu hari 10 orang yang ditemui, enam orang saja yang bisa diyakinkan itu sudah bagus. Wayahna, ayeuna mah urang berjuang heula. Ngan tong sampai balik ka imah ditinggalkeun ku anak mitoha mah,” ujarnya disambut tertawa yang hadir.

Yadi pun membuka sejarah, bahwa dulu Majalaya sangat terkenal dengan banyaknya pengusaha dan orang kaya. Setiap pemilik pabrik orang kaya di Majalaya pasti membuat mesjid. “Sok taroskeun we geura ka kolot baheula, aya Pak Haji Syukur” katanya.

“Termasuk aki ieu,” imbuhnya sambil menunjuk H. Asep Ikhsan pemilik Graha Wirakarya salah satu orang kaya di Ciparay.

Selain membangun mesjid, kata Yadi, tidak sedikit yang membangun sekolah, madrasah, pesantren. Artinya, ucap mantan Ketua DPRD Kabupaten Bandung ini, kalau orang kaya itu warga sendiri, sifat sosialnya langsung dirasakan oleh masyarakat sekitar.

“Saha Ibu Yena teh? Selain keluarganya yang sangat terkenal Al Ma’soem. Juga punya mesjid, punya pesantren. Pesantrennya modern lagi. Punya perguruan tinggi, SMK, SMP. Itu ciri urang lembur. Boga pabrik nyieun masjid, nyieun sakola”.

Yadi percaya, Yena Iskandar Ma’soem yang merupakan cucu dari Haji Ma’soem, putri dari Nanang Iskandar Ma’soem. “Akina kitu, bapana kitu, anakna oge moal jauh ti kitu. Ada tanggung jawab moral. Sekarang mencari pemimpin itu pabalatak. Sarjana loba. Mulai pemimpin yang bergelar S-2, S-3, bahkan profesor banyak. Loba nu printer. Anu jarang teh pamingpin anu boga moral. Punya loyalitas dan perhatian kepada masyarakat. Tah ieu. Jadi moral itu nomor satu. Pamingpin anu pinter, tidak ditunjang moral yang bagus, malingna pasti gede,” tandasnya disambut gemuruh tepuk tangan yang hadir.

Maka Bung Karno, kata Yadi, dalam bukunya mewanti-wanti dengan ideologi nasionalis. Artinya, tandas Yadi, tidak membedabedakan agama, tidak membedabedakan suku bangsa dan rasa cinta ke tanah air. “Lamun geus aya rasa cinta ka tanah air, moal gede teuing kurupsina,” katanya.

Jadi, katanya, kenapa PDI Perjuangan mengusung Yena Iskandar Ma’soem? Sudah dikaji dan dipelajari bahwa Cabup Bandung ini punya darah nasionalisme yang sangat kuat. “Maka dari itu, kita harus yakin, Ibu Yena kalau jadi pemimpin pasti pemimpin yang amanah. Moal neangan harta loba-loba teuing da enggeus beunghar. Eta oge geus syukur Ibu Yena daek nyalon ti PDIP, mun henteu saha? Saya bersyukur Ibu Yena mau, karena bagaimana pun untuk mencalonkan bupati harus punya modal. Duit lain keur ngabagi-bagi cepe, gocap, dan lain-lain, Tapi, untuk melaksanakan program, untuk sosialisasi, bikin atribut dan sebagainya,” paparnya.

Tentang Pemimpin

Pemimpin, kata Yadi, adalah penguasa. Di kabupaten, penguasa itu bupati. Dalam hal ini karena mekanisme demokrasi, tiap lima tahun sekali kita memilih pemimpin. “Kita sebagai kader partai, bagaimana dalam memilih berjuang bersama-sama, gotong royong untuk merebut kekuasaan di Kabupaten Bandung, moal ditewak ieu mahnya,” katanya sambil tersenyum.

Artinya, kata Yadi, Pilkada itu kompetisi perebutan kekuasaan. Karena kekuasaan di kabupaten ada ditangan bupati. Buktinya? Kebijakan-kebijakan politik anggaran itu bupati dengan aparatnya yang ngonsep. Baru ke dewan untuk meminta persetujuan.

“Begitu berkuasanya seorang bupati, kalau pun tidak disetujui pengajuan anggaran oleh dewan, pakai saja anggaran tahun lalu,” ujarnya.

Naik turunnya pembangunanan di suatu kabupaten, kata Yadi, ditentukan oleh kebijakan bupati. Apalagi sebagai masyarakat Kabupaten Bandung, katanya, harus bangga memiliki anggaran yang cukup besar untuk membangun Kabupaten Bandung. “Sekarang kalau tidak salah kan APBD Kabupaten Bandung sudah Rp. 6 Triliun. Ageung pisan ieu teh. Terang satriliun sakumaha? Hehe…Mudah-mudahan Bu Yena  ke mun jadi Bupati Bandung, bener-bener bisa dimanfaatkeun keur kepentingan masyarakat Kabupaten Bandung,” ujarnya.@mpa/asa

One thought on “Yadi Srimulyadi, “Yakin Bisa Panceg Ngadukung Ibu Yena?”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Generasi Muda Harus Mampu Berdaya Saing

Kam Okt 29 , 2020
Jangan Lupa BagikanVISI.NEWS – Untuk mengimbangi perkembangan teknologi global masa revolusi industri 4.0, generasi muda Kabupaten Bandung harus mampu mandiri dan berdaya saing. Hal tersebut dikatakan Bupati Bandung Dadang M. Naser, menurutnya, dengan semangat hari sumpah pemuda, ia mengajak generasi muda untuk kilas balik bagaimana para pemuda pendahulu yang mampu […]