Yena Iskandar, ‘Trah’ H. Ma’soem Siap Lakukan Perubahan di Kab. Bandung

Yena Iskandar Ma'soem./visi.news/ist
Jangan Lupa Bagikan

VISI.NEWS – Dari trah pengusaha kuat di Bandung Timur Alm. H. Ma’soem, Yena Iskandar Ma’soem hadir sebagai kandidat Bupati Bandung dengan konsep dan gagasan kuat untuk melakukan sebuah perubahan. Bedanya dari yang lain, wanita yang lahir di Bandung 12 November 1973 itu punya darah pengusaha yang sudah terbiasa mencapai target-target usaha. Dan, ia wanita yang siap mendobrak stigma.

“Teh Yena” panggilan akrab wanita tersebut, kepada VISI.NEWS melalui sambungan teleponKamis (28/5/2020) mengatakan, yang menjadikannya ikut kontestasi Pilkada Serentak di Kabupaten Bandung karena banyaknya pihak yang mendorongnya untuk melakukan pengelolaan sistem pemerintahan di Kabupaten Bandung yang lebih baik.

“Saya ini lahir, dan besar di Kabupaten Bandung. Usaha kami juga dirintis dan menjadi besar di Kabupaten Bandung wajar kalau kemudian ingin berkontribusi yang lebih besar untuk memajukan daerah kelahirannya sendiri,” ungkap Yena.

Putri pertama dari pengusaha Alm. Nanang Ma’soem tersebut, saat ini merupakan pimpinan PT. Ma’soem Generasi Utama yang mengelola apotek dan klinik yang tersebar di wilayah Kabupaten Bandung. Selain mengelola bisnisnya, Yena juga aktif di beberapa kegiatan sosial, diantaranya adalah mengelola Women Centre yang merupakan wadah untuk memfasilitasi kegiatan pemberdayaan para wanita yang tergabung di dalamnya.

Konsistensi dan eksistensinya di bidang farmasi membawa sosok ibu dari 2 putra ini didaulat menjadi Ketua Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) PC Kota Bandung periode 2018-2022. Berangkat dari latar belakang dan kepeduliannya terhadap isu-isu kesehatan, ekonomi dan pemberdayaan perempuan, pada tahun 2019 ini ia mendaftar Bakal Calon Bupati kKbupaten Bandung dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Yena Iskandar Ma’soem./visi.news/ist

Dari filosofi usaha

Yena mengatakan, jika terpilih, dalam memimpin Kabupaten Bandung ia akan mengaktualiasikan apa yang selama ini menjadi filosofi usaha dari Al Ma’soem. Dimana usaha tidak hanya untuk mencari untung, tapi bagaimana bisa membentuk karakter jujur, ramah, amanah, bertahan dalam persaingan, dan bisa mensejahterakan lingkungan sekitarnya. “Kalau di perusahaan kita  hanya bisa berbagi dengan lingkungan sekitar, maka kalau dipemerintahan kan lebih banyak lagi yang bisa kita sejahterakan,” tandasnya.

Terlebih sebagai seorang cucu dari H. Ma’soem, ia memegang kuat ucapan sang kakek, ‘mencari rejeki halal itu mudah dan masih banyak, syaratnya mau bekerja keras serta jujur’.

Ia bicara seperti itu, katanya, bukan ucapan seorang politisi, tapi selaku pengusaha yang harus punya integritas dan bisa pegang komitmen. “Hidup ini kan bukan hanya mencari kekayaan, tapi ada yang akan kita bawa nanti. Dengan kita pegang komitmen, itu bagian dari bekal ibadah kita menjaga hablum minannas dan habulum minallah, dalam menjalani pekerjaan,” ungkap wanita yang tidak pernah meninggalkan Salat Duha ini.

Menyinggung prioritas pembenahan yang akan dilakukannya di Kabupaten Bandung seandainya ia terpilih sebagai bupati, Yena mengungkapkan bahwa setiap pemimpin ada kelebihan dan kekurangannya. Meski demikian, Yena melihat beberapa persoalan di Kabupaten Bandung harus menjadi prioritas, misalnya masalah banjir, pendidikan, kesehatan, sanitasi, dan masalah-masalah lainnya.

“Banjir itu yang sering disalahkan Sungai Citarum. Padahal masalahnya mungkin saja dari mulai kurang optimalnya mengarahkan masyarakat dalam pola tanam di hulu sungai, sampai pengelolaan sampah oleh pemerintah sendiri. Kita harus mengembalikan hulu sungai dengan pola tanam pohon keras, kita juga harus mengelola sampah dengan baik supaya masyarakat tidak bingung saat membuang sampah, sediakan tempat-tempat pembuangan sampah agar masyarakat mudah juga membuang sampahnya,” ucapnya.

Banjir juga bisa diakibatkan karena pembuatan kirmir, dan saluran-saluran air yang dikerjakan tidak optimal, karena masalahnya dari tahun ke tahun tidak berubah. “Jadi ada yang harus berubah dari SDM yang mengelolanya. Kita di perusahaan sudah terbiasa kalau orang tidak mencapai apa yang ditargetkan perusahaan diganti oleh orang yang lebih mampu, kenapa ini tidak?,” ungkao Yena.

Demikian juga dalam masalah pendidikan, kesehatan, dan masalah-masalah lainnya, kata Yena, kalau sekiranya tidak mampu mengatasi harus disiapkan SDM yang punya kapasitas untuk menagani persoalan yang dihadapi masyarakat tersebut.

“Namun yang harus digaris bawahi dari semua persoalan yang ada adalah bahwa orang yang diangkat jadi pemimpin itu harus punya kemampuan manajerial yang baik, transparan dan akuntabel. Di persyaratan dasar yang biasa dilakukan. Orang harus punya integritas dan pegang komitmen, kalau ingin maju ya harus seperti itu, selain tentunya pendekatan diri pada Allah SWT,” pungkasnya.@mpa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Pakar Cina: Corona Lebih Dulu Mewabah di AS dan Eropa

Kam Mei 28 , 2020
Jangan Lupa BagikanVISI.NEWS – Pakar penyakit menular di Cina meng-klaim bahwa virus corona lebih dulu mewabah di negara-negara Eropa dan Amerika Serikat (AS) sebelum dilaporkan pertama kali di Wuhan. Zhong Nanshan, ilmuwan yang sebelumnya berhasil menangani epidemi SARS kini menasehati pemerintah Cina yang mendapat banyak kritik dalam penanganan wabah corona. […]