Search
Close this search box.

Yonandi, “Jabatan, Amanat yang Harus Dijunjung Tinggi dengan Kerja Nyata”

Yonandi, Kepala Sekolah SMAN 10 Kota Tasikmalaya./visi.news/budi s. ombik

Bagikan :

VISI.NEWS – Meraih prestasi bukan hanya dalam impian atau khayalan, tetapi harus dikejar dan diraih dalam kenyataan dengan kerja keras pemikiran, program terarah, bahkan harus ditebus dengan pengorbanan, dedikasi, serta disiplin yang kuat.

Demikian dikatakan Dr. H. Yonandi, S.Si, M. T, Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 10 Kota Tasikmalaya, dalam perbincangan dengan VISI.NEWS di kantornya, baru-baru ini.

Yonandi baru saja diangkat menjadi Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 10 Kota Tasikmalaya. Tentang jabatan yang baru saja diembannya itu, dia anggap sebagai amanat yang harus dijunjung tinggi dengan kerja nyata.

“Maksudnya adalah, bagaimana menyelesaikan dan meningkatkan pekerjaan rumah (PR) yang belum rampung dari pejabat terdahulu ini,” kata sosok pria berkumis tipis yang tak pernah lepas peci hitam di kepalanya ini.

Saat ditanya mengenai program kerja ke depan, Yonandi mengungkapkan, sementara ini meneruskan dan mempertahan program yang ada.

“Sambil berjalan, kita mencari celah sisi mana harus ditingkatkan dan bagaimana caranya. Inilah tantangan berat. Itu perlu koordinasi dan kerja sama,” kata lelaki yang menyelesaikan jenjang Pendidikan S-1 Universitas Padjajaran Jurusan Matematika dan Akta IV Matematika Universita Terbuka Jakarta ini.

Menurt Yonandi, kunci utama dalam meraih prestasi dan keberhasilan, selain telah disebutkan di atas adalah kerja sama.

“Dengan terbangunnya koordinasi akan terbentuk sebuah tanggung jawab sehingga menghasilkan kerja nyata secara optimal, ” ujar Kepsek “pituin” Garut yang kini usianya menginjak 44 tahun ini.

Terpaan pendidikan matang S-2 Institut Tekhnologi Bandung (ITB) jurusan Teknik dan Manajemen Industri, serta S-3 Universitas Pendidikan Indonesia jurusan Pendidikan Matematika, melengkapi sederet prestasi gemilang yang tak diragukan lagi.

Dalam menakhodai SMAN 10 pun, telah dirancang sejumlah nama kelas berkaitan dengan nilai-nilai agama. Dengan maksud meningkatkan akidah siswa-siswi di sekolah.

Baca Juga :  Jadwal Sholat Kabupaten Bandung 18 April 2026: Waktu Lengkap & Tips Ibadah

“Ini memadukan lingkungan religius kepada sang Maha Khaliq,” tuturnya.

Menyinggung kondisi pandemi Covid-19, Yonandi mengatakan, jurusnya adalah semua pihak harus mengikuti protokol kesehatan, di samping membuat terobosan baru. @bik

Baca Berita Menarik Lainnya :