Zabra Cegah Demam Berdarah di Tengah Pandemi Covid-19

Editor Anggota Zabra saat fogging di Kp. Sindangdari, Desa Cileunyiwetan, Kec. Cileunyi./visi.news/yaso
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Di tengah wabah Covid-19, perkumpulan penempuh rimba pemanjat tebing Zona Bigade Rimba (Zabra) tidak melupakan ancaman penyakit demam berdarah dengue (DBD). Begitu ada warga yang positif terkena DBD, Zabra bergerak melakukan fogging di wilayah Kp. Sindangsari, Desa Cileunyiwetan, Kec. Cileunyi, Kab. Bandung, Jawa Barat.

Jajaran anggota Zabra bersama Pemerintah Desa Cileunyiwetan bekerja sama untuk melakukan melakukan pengasapan di seluruh area Kampung Sindangsari. Sebab, di wilayah ini ada satu anak yang dinyatakan positif DBD.

“Kami sebagai bagian masyarakat Cileunyi terpanggil untuk berbuat melakukan upaya bersama dalam pencegahan penyebaran penyakit demam berdarah,” kata komandan atau ketua umum perkumpulan Zabra, Rudi Subagja, Senin (31/8).

Dia menjelaskan, ada sejumlah titik sasaran fogging yang dilakukan, Minggu (30/8). Antara lain katanya, saluran buangan air rumah tangga, area pemukiman, dapur, dan rumah. Ini akan dilakukan beberapa kali untuk memutus siklus hidup dari nyamuk penyebab demam berdarah.

Sementar itu, anggota DPRD Kab. Bandung Riki Ganesa S,Hut menyampaikan apresiasinya terhadap gerakan Zabra ini.

“Selain fooging, juga yang tak kalah penting lakukan sosialisasi pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan pola hidup bersih dan sehat (PHBS),” harapnya.

Sebab, kata Riki yang wakil rakyat dari Fraksi Golkar di DPRD Kab. Bandung ini, pengasapan hanya membunuh nyamuk Aedes Aegipty yang dewasa. Sedangkan lanjutnya, telur nyamuk yang berada di air tidak mati.
Sehingga harus ada PSN untuk memberantas jentik-jentik nyamuk yang tidak lama lagi menjadi dewasa.

“Kalau hanya fogging tanpa PSN, maka usai fogging jentik-jentik jadi nyamuk lagi dan kembali mengancam manusia yang ada di sekitarnya. Sebab, nyamuk Aedes Aegipty menjadi karier DBD,” terang Riki yang jadi pembina di Zabra ini.

Baca Juga :  Ratusan Atlet Kabupaten Bandung Ikut Divaksin 

Sementara Hasbullah Yusuf, warga setempat, meminta pemerintah untuk berperan aktif melakukan pencegahan menyebaran penyakit demam berdarah dan sosialisasikan program PSN mandiri di sekitar rumahnya.

“DBD ini juga bahaya, sudah banyak yang meninggal karena DBD sehingga kita juga harus bersama-sama mencegahnya. Salah satunya dengan gerakan PSN, minimal di lingkungan rumah masing-masing,” ujarnya. @yas

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Pengoperasian Bioskop di Tasikmalaya Menunggu Pusat

Sen Agu 31 , 2020
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Pemerintah Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, masih belum menjadwalkan membuka operasional bioskop di wilayahya. Pasalnya, regulasi soal pembukaan bioskop di Kota Tasikmalaya masih menunggu aturan dari pemerintah pusat.  “Pengoperasian bioskop masih menunggu izin dari pemerintah pusat,” kata Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya, Ivan Dikcsan kepada wartawan, Senin (31/8). Menurut […]