Search
Close this search box.

10.000 Peserta Ikuti “2021 SangSang Festa” Secara Virtual

Siswa yang mengikuti kelas dance K-pop yang ditawarkan oleh ‘KT&G SangSang Univ’, tampil di ‘2020 SangSang Festa’ yang diadakan secara online melalui YouTube. /visi.news/prnewswire

Bagikan :

  • Diikuti lebih dari 10.000 peserta meski “2021 SangSang Festa” berlangsung secara virtual
  • Sejak 2015, “SangSang Univ” telah beroperasi…menawarkan kelas-kelas seni-kebudayaan bagi generasi muda, mendukung penciptaan lapangan kerja dan kewirausahaan

VISI.NEWS | SEOUL –  KT&G, sebuah perusahaan global, berhasil menggelar “2021 SangSang Festa”, sebuah festival yang diikuti mahasiswa dalam naungan “KT&G SangSang Univ”, komunitas mahasiswa yang dibentuk KT&G di Indonesia pada 2015.

Dengan mempertimbangkan kondisi Covid-19, acara ini berlangsung secara virtual lewat YouTube. Acara ini diikuti sekitar 10.000 peserta dan disaksikan sekitar 51.000 orang.

Fajar Gemilang Candra Putra, yang memulai bisnis pengantaran makanan Korea setelah mengikuti kelas memasak K-food yang ditawarkan oleh ‘KT&G SangSang Univ’, berbagi kisah permulaannya di ‘2021 SangSang Festa’. /visi.news/prnewswire

Festival ini terdiri atas “SangSang story”, sesi berbagi pengalaman tentang dunia kerja dan kewirausahaan dari mahasiswa dan lulusan SangSang Univ; “SangSang Concert”, penampilan dari sejumlah penyanyi ternama seperti Rizky Febian. Menurut sejumlah peserta “SangSang Univ Classes” yang mengikuti kelas-kelas dengan beragam topik, seperti menari, berlatih vokal, tata rias, dan barista, kelas-kelas ini sangat bermanfaat dan membantu mereka memperoleh pekerjaan serta merintis bisnis. Mereka pun mengungkapkan apresiasinya kepada SangSang Univ lewat sebuah video.

Franco Bugar, CEO, Kedai Si Tama, merintis usaha setelah mengikuti kelas barista, berkata, “Ketika bercita-cita menjadi seorang barista dan mencari informasi terkait, saya menemukan KT&G SangSang Univ. Saya memiliki kepercayaan diri setelah mempelajari keahlian tersebut dari instruktur profesional secara gratis. Pengalaman belajar ini sangat bermanfaat saat saya merintis gerai kopi.”

Di sisi lain, Fajar Gemilang Candra Putra, CEO, Meogda, yang merintis bisnis makanan Korea lewat jasa pesan-antar setelah mengikuti kelas memasak K-food, berkata, “Ketika ingin mengikuti kelas memasak K-food, hanya sedikit peluang yang tersedia, dan biayanya tergolong mahal. Pengalaman belajar ini sangat menarik, dan saya dapat belajar secara gratis dari para ahli yang mengelola restoran Korea, bahkan mewujudkan impian saya.”

Baca Juga :  Indonesia Taklukkan China, Tempel Jepang di Grup B Piala Asia U-17

“KT&G SangSang Univ” adalah salah satu kontribusi sosial andalan KT&G yang membantu perkembangan generasi muda. Hal ini dilakukan KT&G dengan menyediakan peluang belajar gratis untuk menguasai keahlian dan menjajaki karier dalam bidang seni dan kebudayaan. Program tersebut diluncurkan di Korea pada 2010 dan telah disambut secara hangat. Pada 2015, program ini hadir di Indonesia, negara asing pertama yang menjadi lokasi program “KT&G SangSang Univ”.

Sejak digagas di Indonesia, sekitar 52.000 generasi muda telah berpartisipasi dalam “SangSang Univ Class”. Berbagai kelas tentang kebudayaan dan seni, seperti menari, berlatih vokal dan seni, serta kelas-kelas yang terkait dengan dunia kerja, seperti kursus bahasa asing, penyuntingan video, dan pengembangan karier, memenuhi beragam minat generasi muda.

Seorang pejabat KT&G berkata, “Kami akan membantu generasi muda yang kelak memimpin masa depan Indonesia. Mereka dapat berkembang dan merencanakan cita-cita dan jalur kariernya. Sebagai perusahaan global yang beroperasi di Indonesia, perusahaan kami akan selalu memenuhi tanggung jawab sosial, dan membuat beragam kontribusi sosial.”

KT&G adalah perusahaan rokok terbesar kelima di dunia dalam hal pangsa pasar dan volume penjualan. KT&G juga merupakan konglomerasi yang tidak hanya bergerak di bisnis tembakau, namun memiliki portofolio bisnis yang mencakup makanan sehat, real estat, serta biofarmasi dan kosmetik. KT&G ingin menjadi perusahaan rokok terbesar keempat di dunia. Untuk itu, KT&G akan memperluas jangkauan ekspornya ke sekitar 200 negara pada 2025.

Di Indonesia, KT&G merambah pasar domestik dengan mengakuisisi Trisakti, sebuah produsen tembakau lokal, pada Juli 2011. Lewat akuisisi ini, KT&G menguasai teknologi produksi kretek (rokok cengkeh) dan menawarkan mutu produk terbaik. Pada Februari 2013, PT KT&G Indonesia terbentuk sebagai unit usaha yang menangani seluruh kegiatan distribusi dan logistik di Indonesia. Sejak 2016, KT&G Indonesia telah membuka banyak lapangan pekerjaan dan merekrut sekitar 900 tenaga kerja setiap tahun. Secara kumulatif, KT&G Indonesia telah merekrut 4.800 warga Indonesia sebagai tenaga kerja.@mpa

Baca Berita Menarik Lainnya :