Search
Close this search box.

16 Jam Tanpa Pindah: Kisah Perjalanan Panjang KA Sangkuriang

Kereta Api Indonesia (KAI)./visi.news/ist

Bagikan :

VISI.NEWS | BANDUNG – Langit sore di Bandung belum sepenuhnya redup ketika peluit panjang terdengar dari peron. Di antara hiruk-pikuk penumpang yang bergegas, KA Sangkuriang perlahan bergerak meninggalkan stasiun, memulai perjalanan panjang menuju Ketapang—ujung timur Pulau Jawa.

Bagi sebagian orang, ini bukan sekadar perjalanan. Ini adalah cerita tentang pulang, tentang harapan, dan tentang kemudahan baru yang sebelumnya terasa jauh.

Perjalanan yang Tak Lagi Terputus

Selama bertahun-tahun, perjalanan dari Bandung ke Banyuwangi identik dengan transit yang melelahkan. Berganti kereta di tengah malam, menunggu di stasiun asing, hingga risiko tertinggal jadwal sudah menjadi bagian dari pengalaman.

Kini, melalui layanan terbaru dari PT Kereta Api Indonesia (KAI), semuanya berubah.

Sejak 1 Mei 2026, KA Sangkuriang hadir sebagai jalur langsung tanpa transit. Sebuah solusi sederhana, tetapi berdampak besar. Penumpang cukup duduk, menikmati perjalanan, dan bangun ketika hampir tiba di tujuan.

“Biasanya harus turun di beberapa kota, capek juga. Sekarang tinggal duduk saja sampai Banyuwangi,” ujar Rina (34), salah satu penumpang yang hendak pulang ke kampung halamannya.

Menyusuri Jawa dalam Satu Tarikan Napas

Kereta ini menempuh jarak sekitar 1.002 kilometer dalam waktu kurang lebih 16 jam—menjadikannya salah satu rute terpanjang di Indonesia.

Namun justru di situlah daya tariknya.

Dari jendela kereta, lanskap berubah perlahan. Perbukitan hijau di Priangan Timur, hiruk-pikuk kota di Yogyakarta, denyut urban Surabaya, hingga hamparan kebun dan pegunungan di Jember—semuanya tersaji dalam satu perjalanan tanpa jeda.

Bagi penumpang seperti Ardi (27), perjalanan ini justru menjadi pengalaman wisata tersendiri.

“Rasanya seperti menonton film panjang tentang Pulau Jawa. Tiap kota punya cerita,” katanya sambil menatap keluar jendela.

Baca Juga :  Bupati Harap Peserta MTQ Kabupaten Sukabumi Tembus Tingkat Nasional

Lebih dari Sekadar Transportasi

KA Sangkuriang tidak hanya soal jarak dan waktu. Ia juga menghadirkan kenyamanan yang disesuaikan dengan kebutuhan penumpang.

Tiga kelas layanan disediakan, mulai dari ekonomi hingga suite compartment yang menawarkan privasi ekstra. Total 456 kursi tersedia dalam rangkaian berbahan stainless steel modern—dirancang untuk perjalanan jarak jauh yang stabil dan nyaman.

Di dalam kabin, suasana terasa lebih tenang dibanding perjalanan darat biasa. Beberapa penumpang memilih membaca, sebagian terlelap, dan lainnya menikmati percakapan ringan dengan sesama pelancong yang sebelumnya tak saling kenal.

Di sinilah perjalanan menjadi lebih manusiawi—menghubungkan bukan hanya kota, tetapi juga cerita.

Harapan di Rel Panjang

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyebut kehadiran KA Sangkuriang sebagai bagian dari upaya menghadirkan layanan yang lebih relevan bagi masyarakat.

“Dengan relasi langsung Bandung hingga Banyuwangi, pelanggan kini dapat menikmati perjalanan yang lebih efisien tanpa perlu berganti kereta,” ujarnya.

Namun lebih dari itu, kereta ini membuka peluang baru. Jalur yang dilintasi—mulai dari Tasikmalaya, Ciamis, hingga kota-kota besar di Jawa Tengah dan Jawa Timur—menjadi pintu masuk bagi geliat ekonomi dan pariwisata.

Warung kecil di sekitar stasiun, pelaku wisata lokal, hingga keluarga yang menanti kepulangan—semuanya ikut merasakan dampaknya.

Perjalanan yang Menyederhanakan Rindu

Ketika malam turun dan lampu kabin mulai diredupkan, kereta terus melaju membelah gelap. Di dalamnya, ratusan cerita berjalan beriringan—tentang pekerja yang pulang, wisatawan yang mencari pengalaman, hingga keluarga yang menunggu di ujung perjalanan.

KA Sangkuriang bukan hanya mempersingkat jarak antara Bandung dan Banyuwangi. Ia menyederhanakan rindu yang selama ini harus ditempuh dengan cara yang lebih rumit.

Dan ketika pagi tiba di ujung timur Jawa, perjalanan panjang itu terasa bukan sebagai kelelahan, melainkan sebagai bagian dari cerita yang ingin diulang kembali.

Baca Juga :  Tragedi Kereta Bekasi Tewaskan 15 Orang, DPR Desak Evaluasi Total Keselamatan Transportasi

@uli

Baca Berita Menarik Lainnya :