25 Tahun Sudah Warga Rancaekek Menanti Normalisasi Sungai Cikeruh

Camat Cileunyi, Solihin, dan Kepala Desa Rancaekekkulon Wawan Kusnawan sedang meninjau lokasi banjir di Kampung Tanggulan, Kamis (5/11/2020)./visi.news/budimantara.
Jangan Lupa Bagikan

VISI.NEWS – Penyempitan dan pendangkalan aliran Sungai Cikeruh yang melintasi sejumlah desa di Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, berdampak pada permukiman warga sekitar, selain lahan pertanian padi.

Sejumlah desa itu meliputi Desa Bojongloa, Rancaekekwetan, Rancaekekkulon, selain Desa Cileunyiwetan, Kecamatan Cileunyi.

Hal itu diungkapkan Plt. Kepala Desa Rancaekekkulon Wawan Kusnawan kepada VISI.NEWS di Aula Kecamatan Rancaekek, Kamis (5/11/2020) sore.

Menurut Wawan, penyempitan dan pendangkalan Sungai Cikeruh itu sudah sejak lama dikeluhkan masyarakat yang terdampak luapan Sungai Cikeruh di saat memasuki musim hujan setiap tahunnya.

“Dari tahun 1995 hingga saat ini, masyarakat di sejumlah desa yang dialiri Sungai Cikeruh itu terdampak banjir luapan sungai tersebut. Sampai 2020 ini, yaitu dari tahun 1995 atau sudah sekitar selama 25 tahun ini masyarakat mengeluhkan dampak banjir tersebut. Kami berharap kepada pihak berwenang melalui Balai Besar Wilayah Sungai Citarum untuk sesegera mungkin melaksanakan pengerjaan normalisasi Sungai Cikeruh. Yang jelas warga yang terdampak banjir sudah lama menanti normalisasi Sungai Cikeruh,” tutur Wawan.

Ia mengatakan, aliran Sungai Cikeruh yang mengalami pendangkalan dan penyempitan itu sepanjang sekitar 3 km mulai kawasan Desa Bojongloa sampai Desa Rancaekekkulon dan Cileunyiwetan.

“Mencapai ribuan warga yang terdampak ancaman banjir luapan Sungai Cikeruh yang berada di sejumlah desa itu. Bahkan baru-baru ini, sejumlah warga di Kampung Bojongmelati, Desa Rancaekekkulon terdampak banjir luapan Sungai Cikeruh. Rumah mereka terendam banjir,” kata Wawan.

Dikatakannya, banjir yang menerjang kawasan Kampung Bojongmelati itu, disebabkan oleh pendangkalan dan penyempitan Sungai Cikeruh. Selain itu disebabkan oleh endapan sampah yang terbawa hanyut aliran Sungai Cikeruh dan bercampur dengan limbah yang kemudian tertahan oleh jembatan di Kampung Bojongmelati tersebut.

“Akibat aliran Sungai Cikeruh dangkal dan sempit, selain disebabkan banyak sampah, aliran Sungai Cikeruh meluap dan menggenangi rumah warga,” keluhnya.

Dampak dari kondisi aliran Sungai Cikeruh tersebut, imbuh Wawan, menyebabkan tanggul Sungai Cikeruh yang berada di kawasan lahan pertanian padi siap panen jebol.

“Lahan pertanian padi siap panen terendam banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Cikeruh,” ujarnya.

Untuk menanggulangi dampak banjir tersebut, Wawan sempat mengajak anggota Linmas, Relagana, Organisasi Kepemudaan, dan masyarakat untuk membersihkan sampah yang mengendap dan menyumbat di bawah jembatan Bojongmelati. Selain itu menangani endapan sampah yang berada di sekitar jembatan yang dekat dengan lintasan kereta api.

“Bahkan dengan adanya proyek pembangunan Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), juga berdampak pada kondisi lingkungan karena ada aliran air yang terhambat. Ada beberapa gorong-gorong sebagai tempat pembuangan air disaat hujan yang terhambat sehingga warga semakin khawatir permukimannya terus terancam banjir,” ujarnya.

Untuk itu, Wawan berharap kepada pengelola proyek pembangunan KCIC untuk melakukan penataan aliran air lebih optimal.

“Jangan sampai warga terdampak banjir sebagai dampak pembangunan KCIC. Bahkan sempat ada warga dari Desa Cileunyiwetan yang protes akibat permukimannya terendam banjir,” ujarnya. @bud

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Wali Kota Solo: Bantuan HP Gratis untuk PJJ Siswa Afirmasi Sangat Bermanfaat

Kam Nov 5 , 2020
Jangan Lupa BagikanVISI.NEWS – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo terus berupaya melanjutkan program bantuan handphone (HP) gratis kepada siswa dari keluarga miskin (gakin) yang tidak bisa mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ) akibat terdampak pandemi Covid -19. Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Solo ikut mendonasikan sebanyak 100 unit HP untuk disalurkan […]