VISI.NEWS | JAKARTA – Bareskrim Polri menitipkan 320 warga negara asing pelaku sindikat judi online ke rumah detensi Imigrasi usai penggerebekan markas judi online di Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Barat. Ratusan pelaku digiring keluar dari gedung perkantoran pada Minggu, 10 Mei 2026, dengan pengawalan ketat aparat Brimob bersenjata lengkap.
Para pelaku tampak mengenakan baju tahanan berwarna oranye dengan tangan terikat kabel ties. Mereka berjalan menunduk dan berbaris menuju sejumlah bus yang telah disiapkan untuk dipindahkan ke rumah detensi Imigrasi.
Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri. Brigjen Wira Satya Triputra. mengatakan para pelaku akan ditempatkan di dua lokasi rumah detensi Imigrasi berbeda.
“Rencana pada hari ini, kita akan menitipkan para pelaku ke rumah detensi Imigrasi, yang nantinya akan dibagi menjadi 2 tempat. Yang pertama di Kuningan dan yang satunya lagi ada di Jakarta Barat,” kata Brigjen Wira Satya Triputra dalam keterangannya dikutip, Senin(11/5/2026).
Menurut Wira, penitipan dilakukan karena sebagian besar pelaku merupakan warga negara asing sehingga penanganannya harus berkoordinasi dengan Ditjen Imigrasi. Dari total 321 orang yang diamankan, hanya satu orang warga negara Indonesia yang tetap dibawa ke kantor Bareskrim Polri untuk proses lanjutan.
“Perlu kami sampaikan bahwa terhadap 321 pelaku, yang kami akan titipkan adalah 320. Karena mereka adalah warga negara asing. Sedangkan yang 1 orang, akan tetap kami bawa ke Bareskrim,” imbuhnya.
Bareskrim mengungkap para pelaku tertangkap tangan saat sedang mengoperasikan aktivitas judi online pada Kamis, 7 Mei 2026. Polisi juga menemukan bahwa sebagian besar pelaku masuk ke Indonesia menggunakan visa wisata yang telah habis masa berlakunya.
Berikut asal negara para WNA yang diamankan:
• Vietnam: 228 orang
• China: 57 orang
• Myanmar: 13 orang
• Laos: 11 orang
• Thailand: 5 orang
• Malaysia: 3 orang
• Kamboja: 3 orang
Kasus ini kini berkembang tidak hanya pada aktivitas perjudian online, tetapi juga penelusuran sponsor dan aliran dana yang diduga terkait jaringan internasional. @desi