VISI.NEWS | BANDUNG – Tahun baru selalu identik dengan resolusi dan harapan baru, termasuk urusan keuangan. Namun, refleksi akhir tahun sering menunjukkan bahwa banyak rencana finansial belum juga terwujud. Mulai dari keinginan sederhana hingga impian besar, semuanya bisa tertunda jika kebiasaan keuangan yang keliru masih dipertahankan.
Hasil OCBC Financial Fitness Index 2025 mengungkapkan gambaran menarik sekaligus mengkhawatirkan. Salah satunya, 39% masyarakat masih sering meminjam uang ke teman atau keluarga, terutama untuk memenuhi gaya hidup. Kondisi ini menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan belum seimbang, layaknya pepatah “lebih besar pasak daripada tiang”.
Kebiasaan pertama yang perlu ditinggalkan di 2026 adalah terlalu sering “nombok” dengan meminjam uang. Ketergantungan pada pinjaman dari orang terdekat bisa menjadi tanda bahwa pola belanja tidak sesuai kemampuan. Jika dibiarkan, kondisi ini berpotensi merusak hubungan sekaligus kesehatan finansial jangka panjang.
Kebiasaan kedua, gaji baru masuk tapi langsung habis tanpa sisa. Data menunjukkan 14% masyarakat memiliki pengeluaran lebih besar daripada pemasukan. Masalahnya sering kali bukan semata soal penghasilan, melainkan gaya hidup yang tak terkontrol. Tanpa ruang untuk menabung, rencana investasi pun sulit diwujudkan.
Ketiga, merasa aman dengan pola pikir “yang penting bayar dulu”, terutama pada kartu kredit. Membayar tagihan minimum memang terasa ringan, tetapi data OCBC menunjukkan 56% pengguna hanya membayar minimum kartu kredit. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini justru membuat bunga menumpuk dan kartu kredit berubah menjadi beban finansial.
Keempat adalah kebiasaan FOMO (Fear of Missing Out) yang berlebihan. Tekanan sosial membuat banyak orang merasa harus selalu ikut tren. Padahal, 76% responden mengaku menghabiskan uang demi mengikuti gaya hidup teman, mulai dari nongkrong hingga liburan. Tanpa disadari, tujuan finansial jangka panjang pun jadi korban.
Kebiasaan kelima yang patut dihindari adalah mencari jalan pintas demi cuan instan. Maraknya kisah sukses cepat di media sosial sering memicu keputusan spekulatif. Faktanya, 10% masyarakat melakukan spekulasi berlebihan tanpa memahami risiko, yang justru berujung pada kerugian.
Jika ditelaah, satu atau dua kebiasaan tersebut mungkin pernah menjadi bagian dari keseharian banyak orang. Kabar baiknya, tahun 2026 bisa menjadi momentum untuk melakukan reset dan membangun kebiasaan finansial yang lebih sehat, terencana, dan realistis.
Untuk mendukung perubahan tersebut, kehadiran alat bantu yang tepat menjadi penting. OCBC mobile FUNanciallyFIT app hadir sebagai solusi pengelolaan keuangan yang lebih terfokus, mulai dari kemudahan transaksi bebas biaya, menabung berbagai mata uang dalam satu rekening, hingga nabung emas otomatis dari nominal terjangkau. Dengan pengelolaan yang lebih rapi dan tujuan yang jelas, inilah saatnya melangkah menjadi #FUNanciallyFIT di tahun 2026.
@uli












