Perlawanan Hukum Menjadi Pilihan 57 Pegawai KPK yang Dipecat

Editor Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo Harahap. ©2019 Merdeka.com/Dwi Narwoko
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Perlawanan hukum menjadi pilihan 57 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tidak lulus dalam Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dan akan dipecat pada 30 September 2021. Mereka tengah menyiapkan gugatan hukum atas pemberhentian dengan hormat tersebut.

“Kami akan melakukan perlawanan hukum,” tutur Ketua Wadah Pegawai (WP) KPK Yudi Purnomo Harahap saat dikonfirmasi, Kamis (16/9/2021).

Menurut Yudi, kondisi tersebut tidak bisa diabaikan begitu saja. Padahal, para pegawai yang dipecat itu memberikan pengabdian penuh dalam upaya pemberantasan korupsi.

“Kondisi seperti ini tidak boleh dibiarkan. Mengapa para pejuang antikorupsi, penyidik, penyelidik, dan pegawai lainnya yang selama belasan tahun ini telah memberantas korupsi namun pada kenyataannya malah diberhentikan dengan alasan TWK,” jelas dia.

Yudi pun kembali mengingatkan instruksi Presiden Joko Widodo atau Jokowi pada Mei 2021 lalu yang mengatakan bahwa TWK tidak boleh dijadikan sebagai dasar pemecatan pegawai KPK. Dengan kondisi sekarang, hanya Jokowi yang dinilai dapat menangani langsung masalah tersebut.

“Kami berharap bahwa keputusan Presiden nanti adalah keputusan yang bijak demi upaya untuk menyelamatkan pemberantasan korupsi,” Yudi menandaskan.@mpa/mdk

Baca Juga :  Selasa ini, Warga Arab Saudi Mulai Jalankan Hari Pertama Ibadah Puasa

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Siswa Belum Terbiasa Prokes, Ganjar Minta Patroli Satgas Covid Diintensifkan

Kam Sep 16 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Di sela aktivitas bersepeda pagi, Rabu (15/9/2021), Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sebuah sekolah negeri di Kota Semarang. Saat masuk ke dalam sekolah, Ganjar menemukan ada kerumunan siswa di depan laboratorium komputer. “Itu kenapa berkerumun di sana Bu? Tolong diingatkan, jangan seperti […]