Search
Close this search box.

Awas Penipuan Update Data Haji Via Telepon! Calon Jemaah di Sukabumi Diminta Hati-hati

Kepala kantor Kemenhaj Kabupaten Sukabumi Abdul Manan./visi.news/ist.

Bagikan :

VISI.NEWS | SUKABUMI – Sejumlah calon jemaah haji di Kabupaten Sukabumi mengaku menerima telepon yang mengatasnamakan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) atau kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj). Kepada para calon jemaah haji, penelepon menyampaikan adanya perubahan data terkait pelaksanaan haji.

Kepala kantor Kemenhaj Kabupaten Sukabumi, Abdul Manan, menegaskan calon jemaah haji untuk waspada, mengingat perubahan data, merupakan modus penipuan dengan tujuan menguras isi rekening milik jemaah.

“Perlu saya sampaikan bahwa akhir-akhir ini memang sedang ramai modus yang menghubungi jemaah, bukan hanya di Sukabumi, tapi di Indonesia secara nasional. Bahwa penelepon itu menghubungi jemaah untuk melakukan update data, modusnya seperti itu,” kata Manan.

Ia menjelaskan, penelepon meminta jamaah datang ke kantor Kemenag atau Kemenhaj dengan membawa sejumlah dokumen penting seperti KTP dan Kartu Keluarga. Namun, ketika jamaah tidak dapat datang karena berbagai kendala, penelepon kemudian menawarkan bantuan. Modus lanjutan ini dilakukan melalui video call dengan meminta data pribadi, termasuk foto KTP elektronik dan dokumen lainnya.

Ia menegaskan, apabila jemaah haji menerima telepon dengan dalih pembaruan data, maka jangan sampai menuruti apa yang diperintahkan. Selain itu, jemaah juga diimbau segera mendatangi Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Sukabumi di Cikembang untuk melakukan konfirmasi secara langsung.

Menurut Manan, sekitar 20 orang jemaah sudah datang langsung ke kantor untuk melakukan konfirmasi. Selain itu, pihak KBIHU juga turut membantu dan menemukan sejumlah jemaah yang mengaku telah dihubungi dengan modus serupa.

“Di Sukabumi sudah banyak jemaah yang menerima telepon tersebut, yang sudah datang ke kantor, kurang lebih 10 sampai 20 jemaah untuk mengkonfirmasi, dan di lapangan pun kita dibantu oleh para KBIHU dan mereka sudah mendapatkan jamaah yang mengaku sudah ditelepon,” ucapnya.

Baca Juga :  Koper Haji Disorot Ketat Jelang Keberangkatan

Manan mengungkapkan, modus penipuan serupa juga terjadi di daerah lain. Menurut dia, target dari penipuan ini yakni menguras isi rekening milik jamaah.

“Kalau yang kami perhatikan dari berbagai daerah, intinya mereka ingin menguras data rekening, terutama dana yang ada di rekening masing-masing jemaah,” ujarnya.

Ia menyebut, di daerah lain, penipuan terkait haji telah menimbulkan korban. Di Bekasi, kata Manan, seorang jemaah mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah, sementara di Cianjur terdapat korban dengan kerugian mencapai puluhan juta rupiah. @andri

Baca Berita Menarik Lainnya :