Search
Close this search box.

Koper Haji Disorot Ketat Jelang Keberangkatan

Penyedia koper jemaah haji berasal dari maskapai yang melayani penerbangan haji, yakni Garuda Indonesia dan Saudia Airlines. /visi.news/ist

Bagikan :

VISI.NEWS | JAKARTA – Kementerian Haji dan Umrah memastikan kesiapan logistik jemaah haji terus dimatangkan menjelang musim keberangkatan 2026. Salah satu fokus utama adalah distribusi koper jemaah, yang menjadi perlengkapan penting dalam perjalanan menuju Tanah Suci.

Direktur Pengawasan Haji Reguler, Rudi Nurudin Ambary, Rabu (15/4/2026), menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah penyedia koper. Langkah ini dilakukan untuk memastikan proses produksi hingga distribusi berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Menurut Rudi, penyedia koper jemaah haji berasal dari maskapai yang melayani penerbangan haji, yakni Garuda Indonesia dan Saudia Airlines. Keterlibatan maskapai ini dinilai penting untuk menjamin standar kualitas serta kesesuaian spesifikasi koper dengan kebutuhan penerbangan.

“Hal ini untuk memastikan bahwa koper tersebut dapat terdistribusi kepada jemaah haji sesuai jadwal,” ujar Rudi.

Ia menjelaskan, sidak yang dilakukan merupakan bagian dari pengawasan intensif Direktorat Jenderal Pengendalian Penyelenggaraan Haji dan Umrah. Pengawasan ini tidak hanya berfokus pada kuantitas, tetapi juga kualitas koper agar layak digunakan oleh jemaah selama perjalanan.

Pengawasan terhadap penyediaan perlengkapan jemaah sendiri telah dimulai sejak 13 April 2026 dan akan berlangsung secara berkelanjutan hingga seluruh kebutuhan terpenuhi. Pemerintah ingin memastikan tidak ada kendala logistik yang dapat mengganggu kenyamanan jemaah.

“Ditjen telah melakukan inspeksi ke perusahaan pembuat koper bagi jemaah. Kami berharap koper dapat segera didistribusikan,” lanjutnya.

Rudi menegaskan, langkah pengawasan ini merupakan strategi untuk memastikan layanan haji berjalan optimal, terutama di tengah semakin dekatnya jadwal keberangkatan. Ketepatan waktu distribusi menjadi krusial agar jemaah memiliki waktu cukup untuk mempersiapkan barang bawaan.

Dengan pengawasan yang semakin ketat, pemerintah berharap distribusi koper dan perlengkapan lainnya dapat berjalan lancar tanpa hambatan. Upaya ini diharapkan mampu memberikan rasa tenang dan nyaman bagi jemaah Indonesia dalam mempersiapkan diri menunaikan ibadah haji di Tanah Suci.

Baca Juga :  Evaluasi Mudik Lebaran 2026, Fadholi Soroti Perbaikan Permanen Infrastruktur dan Transportasi

@uli

Baca Berita Menarik Lainnya :