Aa Maung: Charly Van Houten Tak Layak Menjadi Duta Pendidikan

Editor :
Nonoman Jawa Barat dan Pengamat Politik, Asep B. Kurnia (Aa Maung)./visi.news/ki agus.

Silahkan bagikan

VISI.NEWS — Membicarakan mengenai pendidikan merupakan hal yang sangat sensitif termasuk dalam menunjuk seseorang sebagai Tokoh Pendidikan tidak bisa asal tunjuk saja. Apalagi dengan memilih mantan vokalis ST 12, Charly Van Houten sebagai Duta Pendidikan, jelas harus ada penjelasan secara signifikan. Karena sepertinya dia tidak layak dengan gelar itu.

Salah satu instrumen dalam penunjukkan tersebut, dikatakan Nonoman Jawa Barat yang juga Pengamat Politik, Asep B. Kurnia (Aa Maung), semestinya harus menempuh syarat kelayakannya dalam berbagai aspek. Jadi tidak harus asal tunjuk saja.

“Dunia pendidikan ini sangat berbeda jauh dengan dunia panggung yang penuh glamour, karena dunia pendidikan itu mempunyai nilai luhung dalam bentuk pengabdian untuk mencerdaskan bangsa. Hanya Figur Pendidik atau Guru yang layak dan pantas untuk menyandang sebagai Duta Pendidikan,” katanya melalui telepon, Sabtu (23/1/2021).

Mengapa dia memprioritaskan guru untuk menyandang Tokoh Pendidikan, dia menjelaskan, karena Guru itu sangat jelas tugasnya dalam memberikan pelayanan pendidikan dan bertanggung jawab secara psikologis terhadap masa depan bangsa dan negara.

Aa Maung sendiri mempertanyakan siapa orang yang mengusulkan pertama kali nama Charly, untuk dijadikan sebagai Duta Pendidikan, apakah tidak ada pertimbangam atau nama lain yang layak dan pantas untuk gelar tersebut, karena secara pribadi dia menyatakan kurang setuju dengan penunjukkan itu.

Dia meminta kepada pemerintah agar mempertimbangkan kembali keputusannya itu. Sebab menurutnya, latar belakang Charly itu bukan dari dunia pendidikan, kalau pun memang harus ditunjuk, bisa ditempatkan di bidang lain sesuai dengan kapasitas dan kemampuannya.

Alasan dia, kalaupun akan ada Duta Pendidikan, itu harus melalui tahapan proses dengan melibatkan semuan unsur pemerintah, tokoh pendidikan, praktisi pendidikan, termasuk tokoh masyarakat didalamnya. Dengan demikian akan diketahui mengenai kelayakannya dan kepantasannya untuk menyandang Duta Pendidikan.

Baca Juga :  Usum Merdéka (4)

“Duta Pendidikan itu bisa divisualisasikan sebagai panutan, tokoh, yang bisa memberikan kontribusi pendidikan secara nyata bukan mengandalkan ketenaran semata. Kalau pun Charly bisa disebut pantas, kami minta penjelasannya secara spesifik dari aspek kepantasannya itu,” ujar dia.

Dia mempertanyakan kenapa harus Charly, apa tidak ada sosok lain, artis lain, atau tokoh lain, dengan latar belakang sesuai dengan harapan masyarakat, yaitu mengerti dan memahami dunia pendidikan. Sebab dunia pendidikan merupakan sarana pembentukkan karakter generasi muda melalui ilmu dan wawasan sebagai penerus bangsa.

Selain itu, dengan ditunjuknya sebagai Duta, harus bisa memberikan suri tauladan yang baik, dimulai dari sikap, penampilan, prilaku, skill, prestasi, serta hal lainnya yang bisa dijadikan motivasi bagi semua pihak. Intinya tidak hanya sebatas melihat dari ketenarannya saja.

“Saya meminta kepada pemerintah agar bisa mempertimbangkan kembali keputusannya. Jangan terburu-buru atau gegabah dalam membuat pilihan, karena ini menyangkut perkembangan dunia pendidikan,” pungkasnya. @qia.

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Demokrat Kecewa dengan Keputusan Kang DS

Ming Jan 24 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS — Dengan terpilihnya Dadang Supriatna (Kang DS), Bupati Bandung terpilih menjadi Wakil Ketua DPW PKB, ternyata membuahkan kekecewaan pada salah satu Partai Koalisi pendukungnya. Padahal sebelumya, dikatakan Ketua DPC Demokrat Kab. Bandung, H. Endang, dia sudah menandatangani Fakta Integritas dan siap menjadi Kader Demokrat. Namun Endang merasa kecewa […]