VISI.NEWS – Liaison officer pasangan Cabup/Cawabup Dadang Supriatna – Sahrul Gunawan (Bedas) Agus Adnan mengungkapkan aroma kemenangan pasangan ini akan terlihat saat melakukan pendaftaran ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), Kabupaten Bandung, Jumat (4/9/2020), pukul 09.00 WIB ini.
“Masyarakat akan melihat nanti aroma kemenangan mulai saat berangkat dari rumah Kang DS, sampai nanti tiba di KPU Kabupaten Bandung,” ujarnya kepada VISI.NEWS, pagi ini.
Menurutnya, iring-iringan rombongan ‘Bedas’ akan terdiri dari 20 mobil branding, dan puluhan mobil para pendukung. Dari rumah berangkat pukul 08.00 WIB akan melewati jalur Jalan Raya Laswi Ciparay, Baleendah, Banjaran, dan Soreang. “Meski jumlah yang boleh masuk ke KPU dibatasi, namun yel-yel akan banyak dilakukan oleh para pendukung pasangan ‘Bedas’, kemungkinan bisa sampai ke jalan raya, karena para pendukung dari Soreang juga akan tumpah di sini,” ungkap Agus yang pagi ini sudah stand by menyiapkan kehadiran pasangan Dadang Supriatna – Sahrul Gunawan di halaman Kantor KPU Kab. Bandung.
Selain rombongan pendukung, Agus juga mengatakan, para ketua dan sekretaris parpol pendukung di Kabupaten Bandung akan hadir. “Sebagai juru bicara yang mewakili para ketua parpol sudah ditunjuk nanti Pak Haji Cuncun termasuk untuk berbicara kepada wartawan. Ia akan didampingi oleh Pak Jajang Rohana, Pak Agus Yasmin, Pak Endang, dan pimpinan parpol lainnya,” ungkap Agus.
Agus mengatakan, dengan modal 26 kursi (PKB 6 kursi, Demokrat 5 kursi, Nasdem 5 kursi dan PKS 10 kursi) peluang untuk menang telak sangat besar, mengingat figur yang diusungnya juga punya kemampuan kerja keras yang luar biasa disamping didukung popularitas dan elektabilitas. “Kalau kata bahasa Kang DS mah, untuk mengalahkan incumben itu harus bergerak terus jangan sampai berhenti, tiada hari yang tidak diisi dengan konsolidasi,” ungkapnya.
Pernyataan yang sama juga diungkapkan oleh politisi senior Partai Golkar dari Kabupaten Bandung H. Deding Ishak. Ia mengaku kagum dengan keuletan Dadang Supriatna dalam kontestasi ini. “Luar biasa, benar-benar luar biasa, DS ini terus bergerak merapatkan barisan para tokoh. Ia mendatangi rumah tokoh satu-satu, bahkan ke saya juga sudah dua kali datang,” ungkapnya.
Sebagai tokoh Golkar, Deding melihat DS sekarang ini sebagai aset Golkar yang hilang, dan yang ia khawatirkan, ketika DS memenangkan kontestasi Pilkada ini, Golkar Kabupaten Bandung juga habis. “Ini yang harus diperhitungkan secara cermat oleh Pak Obar dan Pak Dadang Naser, karena Golkar itu bukan milik pribadi. Kalau kalah dalam Pilkada sekarang, maka habis pula Golkar Kabupaten Bandung, karena bukan hanya kekalahannya saja tapi akan berefek pada hal-hal lain,” ungkap Deding.
Diakuinya, sejak awal yang dikhawatirkannya bergabungnya PKS dengan ‘Bedas’ karena jejaringnya yang solid dan militan. “Dan ini kejadian, tentunya akan sangat menguras semua sumberdaya yang dimiliki oleh Golkar Kabupaten Bandung. Tapi yah, saya beharap semoga mendapatkan yang terbaik, dan pilkada berjalan dalam suasana yang kondusif dan nyaman,” pungkas Deding yang juga kandidat Bupati Bandung yang terjegal dalam pencalonannya ini.@mpa/asa