VISI.NEWS – Kenaikan harga bahan bakar kembali mengejutkan pengguna kendaraan diesel. Pada Senin pagi, 4 Mei 2026, harga Pertamina Dex di sejumlah wilayah, termasuk Bandung, resmi menyentuh Rp27.900 per liter.
Lonjakan ini terasa semakin mencolok setelah dalam beberapa hari sebelumnya pasokan biosolar sempat langka di sejumlah SPBU, khususnya di kawasan Bandung Selatan. Kini, meski solar subsidi mulai kembali tersedia, banyak pengguna terlanjur beralih ke Dex—dengan konsekuensi biaya yang jauh lebih tinggi.
Sejumlah pengendara mengaku terpukul dengan kenaikan harga tersebut. “Biasanya Rp250 ribu bisa dapat hampir 37 liter biosolar. Kemarin pas langka, saya pakai Dex yang Rp23.900 saja sudah berat, sekarang Rp27.900 lebih parah lagi, paling cuma dapat 9 liter!,” ujar Dedi (45), sopir mobil diesel jenis Isuzu Panther yang ditemui saat mengisi bahan bakar.
Beban Berat Pengguna Kendaraan Operasional
Kenaikan harga ini paling dirasakan oleh pengguna kendaraan berbahan bakar diesel, terutama kendaraan operasional seperti angkutan barang, mobil niaga, hingga layanan publik. Kendaraan seperti Kijang Diesel, Mitsubishi L-300, hingga armada ambulans dan truk sampah menjadi kelompok yang terdampak langsung.
Tidak sedikit dari mereka yang harus menyesuaikan anggaran harian atau bahkan mengurangi operasional. “Kalau harga terus begini, ya mau tidak mau harus kurangi ritase. Ongkos jalan jadi tidak sebanding dengan pemasukan,” kata Andri (38), sopir angkutan barang.
Penyesuaian Harga BBM Nonsubsidi
Berdasarkan informasi resmi Pertamina, harga Pertamina Dex per 4 Mei 2026 ditetapkan sebagai berikut:
- DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur: Rp27.900 per liter
- Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung: Rp28.500 per liter
- FTZ Batam: Rp26.500 per liter
Penyesuaian ini merupakan bagian dari kebijakan harga BBM nonsubsidi yang mengikuti dinamika pasar global, termasuk harga minyak mentah dan nilai tukar rupiah.
Dampak ke Aktivitas Harian
Kondisi ini tidak hanya berdampak pada pelaku usaha, tetapi juga masyarakat luas. Kenaikan biaya operasional berpotensi memicu kenaikan tarif angkutan, distribusi barang, hingga harga kebutuhan pokok.
Di lapangan, antrean di SPBU juga mulai kembali normal setelah sebelumnya terjadi kepadatan akibat kelangkaan biosolar. Namun, sebagian pengguna masih memilih menunggu ketersediaan solar subsidi dibanding beralih ke Dex.
Imbauan untuk Masyarakat
Pengguna BBM diimbau untuk terus memantau informasi harga terbaru melalui aplikasi MyPertamina maupun papan informasi di SPBU terdekat. Hal ini penting mengingat harga BBM nonsubsidi dapat berubah sewaktu-waktu.
Dengan kondisi harga yang terus berfluktuasi, masyarakat—terutama pengguna kendaraan diesel—dituntut lebih cermat dalam mengatur konsumsi bahan bakar agar tetap efisien di tengah tekanan biaya yang semakin tinggi.
@uli