VISI.NEWS | JAKARTA – Indonesia akan segera kedatangan pesaing baru untuk layanan internet berbasis satelit. Setelah Starlink milik Elon Musk mulai beroperasi pada Mei 2024, kini Amazon Kuiper juga bersiap masuk ke pasar Tanah Air.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan bahwa pemerintah tidak membatasi masuknya perusahaan, baik lokal maupun internasional, yang ingin berkontribusi dalam memperluas konektivitas digital, terutama di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
“Kita perlu juga kompetisi terhadap Starlink yang saat ini kan merajai cukup sendiri,” ujar Meutya dalam acara buka puasa bersama Komdigi, Jumat (21/3/2025).
Namun, Meutya mengungkapkan bahwa izin operasional Amazon Kuiper di Indonesia masih dalam proses. Sejauh ini, perusahaan baru sebatas memperkenalkan layanannya dan menyampaikan rencana investasinya kepada pemerintah.
“Kami hargai karena memang dari awal mereka memberi tahu rencana-rencana investasi di Indonesia. Saya rasa ini bentuk keterbukaan yang baik,” tambahnya.
Meutya juga menyarankan agar Amazon Kuiper bekerja sama dengan perusahaan telekomunikasi lokal guna memperkuat ekosistem industri di Indonesia.
Sementara itu, dalam siaran pers Komdigi, disebutkan bahwa Amazon Kuiper tengah mengajukan berbagai izin operasional, termasuk lisensi telekomunikasi dan hak peminjaman satelit. Pemerintah memastikan akan memfasilitasi proses ini agar berjalan lancar.
Gonzalo de Dios, selaku Global Head of Licensing and International Regulatory Affairs Amazon Project Kuiper, menyoroti tantangan konektivitas di daerah terpencil Indonesia. Ia menegaskan komitmen perusahaan untuk bekerja sama dengan pemerintah dan mitra lokal guna menghadirkan akses internet yang lebih luas bagi masyarakat.
“Kami memahami bahwa konektivitas masih menjadi tantangan di banyak daerah terpencil. Oleh karena itu, kami ingin bekerja sama dengan pemerintah dan mitra lokal untuk menyediakan akses internet yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia,” ungkapnya.
Lalu, pemerintah mengandalkan proyek satelit nasional SATRIA untuk menjangkau wilayah dengan kondisi geografis sulit. Kehadiran Starlink dan Amazon Kuiper diharapkan dapat melengkapi solusi konektivitas digital di Indonesia. @ffr