VISI NEWS | KAB. BANDUNG – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Bandung menanggapi isu terkait penggunaan riwayat keuangan atau BI checking sebagai salah satu pertimbangan perusahaan dalam proses rekrutmen tenaga kerja.
Kepala Disnaker Kabupaten Bandung, Dadang Komara, menjelaskan bahwa kebijakan tersebut umumnya merupakan bagian dari pertimbangan internal perusahaan dalam menyeleksi calon pekerja, terutama untuk posisi tertentu yang membutuhkan tingkat tanggung jawab tinggi.
“Hal itu kembali kepada kebijakan perusahaan. Mereka tentu tidak ingin mengambil risiko, terutama jika posisi pekerjaan berkaitan dengan kepercayaan dan tanggung jawab,” ujar Dadang dalam keterangannya, Kamis (23/4/2026).
Ia menuturkan, kondisi riwayat keuangan seseorang dapat mencerminkan kemampuan dalam mengelola kehidupan dan tanggung jawab pribadi.
Menurutnya, hal tersebut berkaitan erat dengan aspek soft skill yang juga menjadi perhatian dunia kerja.
“Ini berkaitan dengan bagaimana seseorang mengelola kebutuhannya. Ketika ada catatan tertentu, perusahaan mempertimbangkan potensi risiko yang bisa muncul saat yang bersangkutan sudah bekerja,” jelasnya.
Dadang menambahkan, di tengah kemudahan akses pinjaman, termasuk pinjaman daring, perusahaan cenderung lebih berhati-hati agar tidak menghadapi gangguan operasional akibat persoalan pribadi karyawan, seperti masalah utang yang berpotensi memengaruhi kinerja.
“Perusahaan tidak ingin pekerjanya terganggu oleh masalah di luar pekerjaan, seperti urusan pinjaman yang bisa berdampak pada produktivitas,” katanya.
Meski demikian, ia menilai bahwa persyaratan tersebut sah selama masih dalam batas kewajaran dan bertujuan menjaga stabilitas kerja di perusahaan. Ia juga menekankan bahwa hal tersebut bukan menjadi satu-satunya faktor penentu dalam proses rekrutmen.
“Yang terpenting adalah perusahaan tetap membuka kesempatan secara luas dan transparan. Persyaratan khusus boleh saja, selama tujuannya untuk menjaga keberlangsungan kerja,” tegasnya.
Disnaker Kabupaten Bandung pun mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam mengelola keuangan pribadi, serta terus meningkatkan kompetensi dan sikap kerja agar dapat bersaing di dunia kerja.
“Selain kemampuan teknis, aspek sikap dan pengelolaan diri juga menjadi perhatian. Ini yang perlu dipersiapkan oleh para pencari kerja,” pungkas Dadang. @ihda