Search
Close this search box.

Anarko, Disebut dalam Kerusuhan di Pati. Siapa Mereka? 

Ilustrasi. /visi.news/artificial intellegence

Bagikan :

VISI.NEWS | PATI – Kerusuhan hebat yang terjadi di depan kantor Bupati Pati pada Rabu (13/8/2025), mengejutkan publik. Di tengah amukan massa yang membakar mobil polisi, memecahkan kaca gedung, hingga merobohkan gerbang kantor, aparat kepolisian menyebut satu nama yang memicu rasa penasaran banyak orang: Anarko.

Kelompok ini diduga kuat menyusupi aksi unjuk rasa yang awalnya berlangsung damai. Menurut kepolisian, pola kerusuhan yang terjadi – mulai dari perusakan fasilitas negara hingga pembakaran – menunjukkan tanda-tanda khas dari kelompok anarko-sindikalis atau dikenal publik sebagai “Anarko”. Tapi siapa sebenarnya mereka?

Anarko adalah istilah yang merujuk pada penganut paham anarkisme, yakni ideologi yang menolak segala bentuk otoritas terpusat seperti negara, pemerintah, bahkan sistem hukum formal. Di Indonesia, kelompok ini mulai dikenal luas sejak demo besar pada tahun 2019, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta.

Ciri khas kelompok ini adalah penampilan serba hitam, penggunaan simbol lingkaran dengan huruf A di tengahnya, serta gaya komunikasi bawah tanah yang sulit dilacak. Mereka biasanya bergerak dalam sel kecil tanpa struktur kepemimpinan yang jelas, sehingga menyulitkan aparat dalam mengidentifikasi tokoh utamanya.

Pihak kepolisian menyebut bahwa indikasi keterlibatan Anarko dalam kerusuhan di Pati dilihat dari metode perusakan yang sistematis dan cepat. “Ada pola. Target mereka jelas: simbol negara. Ini bukan lagi aksi spontan,” kata salah satu perwira polisi yang ikut mengamankan demo. Ia menambahkan bahwa pihaknya kini tengah menyelidiki video dan foto yang beredar untuk mengidentifikasi pelaku.

Namun, tak sedikit pihak yang meragukan tudingan ini. Sejumlah aktivis HAM dan pengamat politik menilai bahwa label “Anarko” sering digunakan sebagai kambing hitam untuk mendeligitimasi aksi protes rakyat. “Kalau setiap ada kerusuhan lantas disebut Anarko, lalu aspirasi rakyat mau ditaruh di mana?” ujar seorang peneliti sosial dari Universitas di Bandung.

Baca Juga :  Selat Hormuz Ditutup, Indonesia Cari Pasokan Migas Alternatif

Di sisi lain, ada pula yang menyatakan bahwa kelompok Anarko di Indonesia tidak homogen. Beberapa di antaranya benar-benar fokus pada kritik sosial dan seni jalanan tanpa kekerasan, sementara sebagian kecil lainnya lebih radikal dan menggunakan kekacauan sebagai bentuk perlawanan terhadap sistem.

Polisi mengaku telah mengamankan belasan pemuda berpakaian hitam yang dicurigai sebagai bagian dari kelompok tersebut. Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi soal afiliasi mereka terhadap jaringan Anarko yang lebih luas.

Masyarakat Pati kini dibuat bertanya-tanya: apakah kerusuhan kemarin murni digerakkan oleh kemarahan warga, atau ada kekuatan tersembunyi yang menunggangi situasi? Terlepas dari jawabannya, nama “Anarko” kembali menjadi sorotan publik – sebagai simbol kekacauan sekaligus pertanyaan besar tentang arah gerakan perlawanan di Indonesia.

@uli

 

Baca Berita Menarik Lainnya :