Search
Close this search box.

Anggaran Pembinaan Olahraga Dikurangi Rp 5 Miliar

Ketua KONI Kabupaten Bandung Herda M. Ghani (kanan) saat diwawancarai wartawan di Sekretariat KONI, komplek stadion si Jalak Hatupat, Kutawaringin, Rabu (3/3/2021)./visi.news/apih igun

Bagikan :

VISI.NEWS – Seluruh anggaran yang dialokasikan oleh pemerintah Kabupaten Bandung, mengalami refocusing. Hal itu akibat pandemi Covid-19. Dengan demikian, Pemerintah Kabupaten Bandung terpaksa harus melakukan refocusing terhadap seluruh anggaran dinas termasuk anggaran Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bandung. Tak tanggung-tanggung mencapai Rp 5 milyar. Padahal sebelumnya anggaran KONI sebesar Rp15 milyar.

“Habis mau bagaimana lagi, kami terima saja walaupun dengan sangat berat hati,” kata Herda M. Ghani, Ketua KONI Kabupaten Bandung, di Stadion si Jalak Hatupat, Kamis (4/3/2021).

Dia menjelaskan Babak Kualifikasi Pekan Olahraga Daerah (BK Porda) ada yang Sedang berlangsung. Meski anggaran belum cair, namun seluruh pimpinan cabang olahraga diminta menanggulangi anggaran tersebut.

“Untuk menghadapi BK Porda ini, KONI Kabupaten Bandung hanya diberi anggaran Rp10 milyar. Jelas itu enggak bakalan cukup, karena kami sudah catat dan ajukan Rp15 milyar.Memang idealnya Rp15 miliar,” tambah Herda.

Dia mengakui seluruh cabang olahraga wajib mengikuti BK Porda sebagai ajang meraih tiket menuju Porda.

“Babak kualifikasi sudah berjalan, sekarang swadaya dulu dari mereka (dana). Seperti yang dilakukan oleh atlet bola voli yang sedang BK Porda sakaligus pelantikkan kepengurusannya di Indramayu, ” jelas Herda.

Dia menjelaskan, sebanyak 50 cabang olahraga yang berada dalam naungan KONI Kabupaten Bandung ikut serta dalam even olahraga empat tahunan itu. Herda mengaku sudah mengimbau pimpinan Cabor untuk menyisihkan anggaran untuk penanganan Covid 19, misalnya untuk pelaksanaan swab antigen bagi para pengurus dan yang lainnya.

“Jumlah atlet tidak bisa dikurangi, apalagi tim. Jadi officialnya, mungkin nanti tidak ada manager tim, tapi langsung oleh pelatih kepala yang memimpin dan asisten pelatih,” ungkap Herda.

Baca Juga :  Duel Tegang Atletico dan Arsenal Berakhir Sama Kuat

Sementara untuk uang saku atlet, kata Herda, bentuknya stimulan. Jadi tidak semua jadi prioritas tetapi berlaku untuk atlet yang sudah ditargetkan prestasinya. Artinya berdasarkan parameter prestasi yang sudah diperolehnya misalnya dalam kegiatan Porda 2018 atau kejuaraan lainnya.

“Ada beberapa atlet yang terkena batasan usia, ini di mapping. Tapi anggarannya memang sudah kita floating anggaran di tahun ini dan sudah kita siapkan,” tutur Herda.

Disinggung mengenai kegiatan latihan atlet, Herda memastikan bahwa hal tersebut tetap berjalan asalkan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Untuk saat ini, BK Porda akan menjadi fokus KONI Kabupaten Bandung. @pih

Baca Berita Menarik Lainnya :