Search
Close this search box.

Antisipasi Pandemi, FIF Group Luncurkan Dana Bergulir Untuk 588 UMKM

Penyerahan bantuan UMKM secara simbolis mulai dari Sabang sampai Merauke, yaitu Aceh, Jakarta dan Jayapura. Human Capital (HC), General Support (GS) and Corporate Communication Director Esther Sri Harjati (kiri) yang didampingi oleh Chief Executive Officer (CEO) FIFGROUP Margono Tanuwijaya (kedua dari kiri) dan Advisor FIFGROUP R. Sutjahja Nugroho (kanan) secara virtual tengah menyerahkan simbolis bantuan dana bergulir kepada Yulianti (kedua dari kanan) sebagai UMKM penerima bantuan./visi.news/ist

Bagikan :

VISI.NEWS – Sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam pengembangan dan
pembinaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di masa pandemi, PT Federal
International Finance (FIF Group) menyelenggarakan Kick Off yang dirangkai bersamaan
dengan Webinar bertajuk “Kolaborasi Pembinaan dan Pengembangan UMKM” pada
Kamis (25/3/2021).

Acara ini melibatkan 4 lembaga Astra lainnya, yaitu Environment and Social Responsibility (ESR)
PT Astra International Tbk, Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA), Yayasan Pendidikan Astra –
Michael D. Ruslim (YPA – MDR) dan Yayasan Astra Honda Motor (YAHM). Di tahun 2021, target
FIF Group yang merupakan bagian dari Astra Financial dan juga salah satu anak perusahaan PT
Astra International Tbk melalui program Dana Bergulir Corporate Social Responsibility (CSR),
mencapai 588 UMKM binaan dengan total bantuan senilai Rp 1,666 miliar di 242 titik se-
Indonesia.

Acara kick off dan webinar ini dibuka dengan opening speech dari Chief Executive Officer (CEO)
FIF Group, Margono Tanuwijaya, dan Chief of Corporate Affairs PT Astra International Tbk, Riza
Deliansyah. Kemudian dilanjutkan dengan motivational quotes serta mini talkshow oleh
Human Capital (HC), General Support (GS) and Corporate Communication Director Esther Sri
Harjati, Head of Environment and Social Responsibility (ESR) PT Astra International Tbk Diah
Suran Febrianti, Ketua Pengurus YDBA Sigit Prabowo Kumala, serta Sekretaris Pengurus YPA-
MDR Kristanto.

“Program Dana Bergulir dalam Pilar Pemberdayaan Masyarakat ini sejalan dengan filosofi Catur
Dharma Astra, Corporate Affairs Policy PT Astra International Tbk serta Corporate Strategy
FIF Group, di mana kita harus senantiasa berusaha mencapai yang terbaik dan menjadi milik
yang bermanfaat bagi bangsa dan negara. Mari kita dukung para pelaku usaha yang mau maju
untuk mengembangkan usahanya dengan memberikan berbagai pelatihan bagi UMKM dengan daerah pengembangan UMKM dan program lainnya,” tutur Margono saat memberikan opening
speech di acara kick off tersebut.

Margono menambahkan, dalam kesempatan ini ia mengajak semua mendukung program
pengembangan UMKM untuk Indonesia apalagi dalam kondisi pandemi ini. “Pada akhirnya kita
harus yakin dan bangga atas hasil karya dari anak-anak negeri ini, yang kreatif dan mampu
bersaing dan berkontribusi secara positif dan menjadi andalan dan penyelamat ekonomi
bangsa,” ujarnya.

Sementara Chief of Corporate Affairs PT Astra International Tbk, Riza
Deliansyah mengatakan  bahwa dalam masa pandemi ini, perekonomian Indonesia
terdampak cukup hebat. Hal tersebut tentu berdampak juga kepada pelaku UMKM binaan
Astra. Oleh karena itu pelaku UMKM perlu beradaptasi dengan cepat untuk dapat menghadapi
perubahan. Grup Astra terutama FIF Group juga mengalami kesulitan karena nilai penjualan
otomotif yang relatif rendah. “Akan tetapi, hal tersebut tidak menjadi kendala bagi FIF Group
untuk terus menjalan Program Kewirausahaan dengan memberikan pinjaman dana bergulir
bagi UMKM yang sangat membutuhkan terutama di masa pandemi ini. Hal tersebut
menunjukkan bahwa FIF Group berkomitmen untuk terus membantu UMKM menuju UMKM
yang mandiri dan sejahtera meskipun di masa-masa sulit.

Baca Juga :  Tabrakan KA di Bekasi, Nasim Khan Sampaikan Keprihatinan dan Beri Beberapa Catatan

“Program kolaborasi yang digagas oleh FIF Group bersama Grup Astra dan Yayasan ini adalah
upaya yang baik guna mengatasi salah problem yang dialami UMKM yaitu permodalan.
Program ini diharapkan tidak hanya berhenti pada peminjaman modal usaha saja, tetapi juga
bisa mendorong terciptanya banyak kolaborasi baik antar UMKM maupun UMKM dengan Grup
Astra. Ke depan kami berharap bisa banyak tercipta value chain (rantai nilai) dari para UMKM
yang telah dibina. Dengan adanya ekosistem yang kuat, UMKM akan siap menuju kemandirian.
Hingga saat ini Astra telah membina 14.711 UMKM,” ungkap Riza.

Acara kick off yang dihadiri oleh lebih dari 900 peserta, ditutup dengan penandatangan
Memorandum of Understanding (MOU) antar 5 lembaga, yaitu FIF Group, ESR PT Astra
International Tbk, YDBA, YPA–MDR dan YAHM serta diikuti dengan penyerahan bantuan secara
simbolis di seluruh cabang FIFGROUP yang berjumlah 242 secara virtual dan kemudian
dilanjutkan dengan pemaparan materi webinar dari ESR PT Astra International Tbk, YDBA, YPA-
MDR dan YAHM.

Gandeng Yayasan Astra

Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi dengan yayasan Astra yang berpengalaman dalam
hal pembinaan para penggiat UMKM, di mana masing-masing yayasan memiliki peran
tersendiri, namun bermuara pada pembiayaan dan pembinaan serta pengembangan UMKM.
Kerja sama FIF Group dengan PT Astra International Tbk, YDBA, YPA-MDR dan Yayasan Astra
Honda Motor antara lain adalah dengan berkolaborasi dalam membina dan mengembangkan

UMKM yang ada di Desa Sejahtera Astra (DSA) dan Kampung Berseri Astra (KBA), di mana PT
Astra International Tbk merekomendasikan UMKM yang ada di KBA dan DSA untuk program
dana bergulir secara bertahap ke depan.

Selain itu, YPA-MDR akan mencarikan calon-calon wirausahawan muda yang telah berkiprah
dan dinilai bagus untuk bisa mengembangkan UMKM, yang nantinya akan diberikan pembinaan
berupa pelatihan dan webinar oleh YDBA. FIF Group juga memberikan pembiayaan tanpa
bunga kepada UMKM yang sudah sesuai dengan kriteria dan penilaian serta direkomendasikan
oleh YDBA, YPA-MDR dan YAHM tersebut.

General Support (GS) and Corporate Communication Director Esther Sri Harjati mengatakan, “Dalam kegiatan ini, kami berkolaborasi dengan Kepala Cabang (Branch Manager) FIF Group di
seluruh Indonesia yang mencapai 242 cabang. Konsepnya adalah setiap Kepala Cabang wajib
membina minimal 2 (dua) UMKM. Selanjutnya, UMKM binaan untuk seluruh cabang di
Indonesia harus memiliki semangat dan motivasi untuk maju, serta membina dan memonitor
agar terus berkembang.

“Harapan kami, di tahun 2021, program dana bergulir tersebut tetap dapat hadir untuk
masyarakat dan dapat membawa manfaat bagi masa depan UMKM serta minimal bisa
membantu menggerakkan perekonomian di sekitar UMKM tersebut di masa pandemi ini.
FIF Group berkomitmen senantiasa hadir untuk selalu mendukung dan memberi dampak bagi
masyarakat sekitar,” ujar Esther.

Kiprah UMKM FIF Group

Human Capital, General Service and Corporate Communication Director, Esther Sri Harjati
menyatakan, FIF Group sebagai salah satu anak perusahaan PT Astra International Tbk, yang
bergerak di bidang pembiayaan ingin ikut berperan dan berupaya mendukung program
pemerintah dalam memperbaiki perekonomian Indonesia, terutama di masa pandemi ini.

Baca Juga :  Laba Melejit 40%, PGE Tancap Gas Jadi Raja Panas Bumi

FIF Group memiliki Pilar Pemberdayaan Masyarakat, di mana tahun ini berfokus pada
pengembangan UMKM melalui program dana bergulir yang dananya berasal dari Dana Sosial
Syariah, dan bertujuan agar UMKM binaan khususnya UMKM mikro, tetap hidup dan produktif
sehingga mampu berkontribusi terhadap perkembangan ekonomi di sekitar UMKM tersebut
serta pada akhirnya berdampak pada ekonomi nasional.

Sampai dengan akhir Januari 2021 lalu, jumlah penerima bantuan dana bergulir FIF Group
mencapai 279 UMKM dengan total nominal nilai manfaat bantuan modal, yaitu sebesar Rp
846,5 juta yang tersebar di berbagai titik seluruh Indonesia, termasuk wilayah Jakarta dan
cabang FIF Group. Untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya, yaitu Jakarta Barat, Cilandak, Ciganjur
dan Pamulang. Sedangkan cabang FIF Group bantuan dana bergulir ini tersebar mulai dari
Cibinong, Bogor, Bandung, Semarang, Solo, Surabaya, Pangkal Pinang, Padang, Batam, Lubuk Pakam, Palembang, Bandar Jaya, Banjarmasin, Balikpapan, Makassar, Manado, Denpasar dan
Mataram.

Bermula di tahun 2016, bantuan dana bergulir yang berasal dari dana sosial Syariah FIF Group
tersebut diberikan ke 26 UMKM dengan total nominal Rp 65 juta, tahun 2017 kepada 35 UMKM
dengan nominal Rp 124,5 juta, tahun 2018 kepada 67 UMKM dengan nominal Rp 152,5 juta,
tahun 2019 kepada 97 UMKM dengan nominal Rp 298 juta, dan tahun 2020 kepada 54 UMKM
dengan total nominal Rp 206,5 juta.

Terus Didukung

Bagi mereka yang memiliki angsuran yang bagus, tentu dengan monitoring yang baik, akan
terus didukung untuk pinjaman berikutnya setelah lunas dalam upaya memperbesar kapasitas
dan pengembangan diri masing-masing UMKM tersebut. Sebagai contoh adalah pencairan
pinjaman pada Oktober 2020 lalu. Pada masa pandemi 2020, FIF Group tetap menggulirkan
dana sosial syariah untuk 31 UMKM, yang memiliki prestasi bagus ditahun-tahun sebelumnya,
termasuk dalam hal pengembalian pinjaman. Bersyukur, angsuran pembayaran kewajiban
mereka lancar sejak cicilan pertama di bulan November 2020 sampai dengan akhir Januari 2021
lalu.

Chief of Corporate Communication and CSR Yulian Warman mengatakan, “Program dana
bergulir ini merupakan salah satu cara bagi mereka yang kesulitan modal untuk meningkatkan
kemampuan UMKM dalam bidang usaha masing-masing terutama di masa pandemi ini, dengan
memberikan bantuan pinjaman tanpa bunga. Nilai pinjaman yang diberikan berkisar antara Rp
2 juta sampai dengan Rp 20 juta,” ungkap Yulian.

Yulian menambahkan, bahwa dalam memberikan dana bergulir FIF Group, terdapat
beberapa kriteria yang menjadi pertimbangan dalam mendapatkan pinjaman dana bergulir
UMKM FIF Group, antara lain memiliki tempat usaha pribadi, memiliki lama usaha berjalan
yang cukup, memiliki laporan pembukuan yang baik, memiliki penghitungan rasio penghasilan
yang cukup untuk membayar angsuran, dan berada di lingkungan usaha FIFGROUP.
Kilas Balik UMKM, Penyelamat Ekonomi Nasional

Baca Juga :  Perjalanan Fagiano vs Hiroshima Menuju Laga J1 League

Siapa yang tidak tahu UMKM? Si “kecil” ini nampaknya memiliki peran dan kontribusi yang
sangat besar dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Kiprahnya di masa pandemi ini, digadang-
gadang sebagai sang penyelamat perekonomian nasional. Belum adanya tanda-tanda pandemi
usai, membuat UMKM semakin bergejolak di tengah masyarakat Indonesia.

Pemerintah Indonesia turut memberikan dukungan yang besar atas keberlangsungan dan
pertumbuhan UMKM. Menilik data dari kemenkopukm.go.id di tahun 2017 – 2018, UMKM
menyerap sekitar 97% tenaga kerja nasional, itu artinya setiap sisi dan sudut Indonesia
digerakkan oleh UMKM.

Sebesar itukah peran UMKM? Kementerian Koperasi dan UKM RI melaporkan bahwa secara
jumlah unit, UMKM memiliki pangsa sekitar 99,99% (62.9 juta unit) dari total keseluruhan
pelaku usaha di Indonesia (2017), sementara usaha besar hanya sebanyak 0,01% atau sekitar
5400 unit, itu artinya UMKM mampu menyerap ke seluruh lapisan masyarakat khususnya usaha
mikro.

Usaha Mikro menyerap sekitar 107,2 juta tenaga kerja (89,2%), Usaha Kecil 5,7 juta (4,74%),
dan Usaha Menengah 3,73 juta (3,11%), sementara Usaha Besar menyerap sekitar 3,58 juta
jiwa.

Sejak dulu, UMKM terkenal dengan ketahanan dalam setiap kondisi bisnis, salah satu
contohnya adalah ketika terjadi krisis tahun 1998. Menteri Koperasi, Usaha Kecil dan
Menengah  (UKM)  Teten Masduki menuturkan "Pada 1998, UMKM betul-betul jadi penyelamat
ekonomi nasional, ketika banyak usaha besar, perbankan berjatuhan. Ekspor UMKM malah naik
sampai 350 persen,"

Dukungan Selama Pandemi

Sebelumnya, sejak awal tahun 2020 berlanjut dengan masa pandemi Covid-19, FIF Group juga
telah melakukan berbagai langkah untuk meringankan beban masyarakat sebagai bentuk mikro
kepedulian dukungan dana perusahaan, sebagai berikut:

  1. Penyerahan bantuan sembako sebanyak 76.510 paket di 620 titik se-Indonesia sebesar
    Rp 15,1 miliar.
  2. Menyalurkan 579 hewan qurban kepada masyarakat di sekitar kantor cabang dan kantor
    pusat FIF Group, setara dengan Rp 1,7 miliar.
  3. Menyalurkan 8 unit ventilator di 5 titik di Indonesia, dengan rincian 3 unit di Sumatera
    Utara, 2 unit di Bali, 1 unit di Nusa Tenggara Barat, 1 unit di Singkawang dan 1 unit di
    Jawa Barat, dengan total nominal Rp 3,895 miliar.
  4. Memberikan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) ke berbagai fasilitas kesehatan yang
    berada di cakupan wilayah kantor cabang FIF Group, dengan total nominal Rp 672 juta.
  5. Serta kegiatan reguler CSR, mulai dari Pilar Pendidikan (79 event), Pilar Kesehatan (77
    event), Pilar Pemberdayaan Masyarakat ke 54 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah
    (UMKM) binaan FIF Group, dan Pilar Lingkungan, dengan total nominal Rp 1,853 miliar.
  6. Bantuan bencana alam gempa di Mamuju serta bencana banjir di berbagai daerah
    sebesar Rp 2,213 miliar.

Sehingga total bantuan yang telah disalurkan oleh FIF Group kepada masyarakat selama
pandemi sampai dengan Januari 2021 mencapai lebih dari Rp 25,33 miliar.@m. purnama alam

Baca Berita Menarik Lainnya :