VISI.NEWS | JAKARTA – Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Asep Wahyuwijaya, berharap Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Telkom Indonesia dapat menjadi momen penting untuk menata ulang manajemen perusahaan. Ia menilai jajaran direksi yang terpilih harus memiliki kemampuan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap struktur bisnis perusahaan pelat merah itu.
Menurut Asep, Telkom yang memiliki posisi strategis dan keuangan kuat, seharusnya bisa lebih gesit dalam mendorong inovasi dan memperkuat posisi sebagai pemimpin industri telekomunikasi nasional.
“Sebagai perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia dan memiliki pondasi finansial yang kuat, jajaran direksi PT Telkom memiliki peran penting untuk memperkuat posisi korporasi sebagai pemimpin pasar dalam industrinya melalui terobosan dan strategi yang tepat,” ujar Asep dalam keterangannya, Minggu (25/5/2025).
Ia mengatakan direksi Telkom harus jadi tim yang solid dan bisa membaca seluruh tantangan secara komprehensif.
“Sebagai salah satu perusahaan plat merah unggulan, membawa proses transformasi di internal Telkom sendiri bukan persoalan mudah,” ungkap Asep.
Ia menyoroti banyaknya anak dan cucu perusahaan di bawah Telkom yang berpotensi menimbulkan praktik curang.
“Mulai dari pengadaan perangkat IT, pengadaan server dan storage, gagalnya proyek digitalisasi di Pertamina, hingga dalam proyek fiktif yang jika diakumulasikan berpotensi merugikan negara hingga lebih dari Rp 1 triliun,” ungkapnya.
Dari sisi eksternal, Telkom juga dinilai belum optimal menjawab tantangan dunia digital yang semakin kompetitif. Asep menyoroti bahwa hingga kini sekitar 75% pendapatan Telkom Grup masih bergantung pada bisnis seluler dan Indihome.
“Usaha dan aksi korporasi yang dilakukan belum efektif,” tegasnya.
Ia turut menyinggung performa saham Telkom yang terus menurun dalam tiga tahun terakhir. Menurutnya, ini mencerminkan kurangnya sentimen positif pasar terhadap langkah inovatif perusahaan. @givary