VISI.NEWS | KAB. BANDUNG – Banjir melanda wilayah Bandung Selatan dan berdampak pada ratusan rumah serta memutus sejumlah akses jalan. Peristiwa ini terjadi di tiga kecamatan di Kabupaten Bandung, yakni Dayeuhkolot, Baleendah, dan Bojongsoang. Di Kecamatan Dayeuhkolot, ketinggian air dilaporkan mencapai 30 hingga 50 sentimeter sehingga sebagian warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.
“Kami tidak bisa berbuat banyak selain mengatur lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan,” ujar salah seorang petugas Polsek Dayeuhkolot, Bripda Zaini, dikutip dari laman resmi Pemprov Jabar, Senin (13/4/2026).
Banjir juga merendam Jalan Raya Dayeuhkolot dengan ketinggian air sekitar 40 sentimeter sehingga kendaraan tidak dapat melintas dan kemacetan pun tak terhindarkan. Para pengendara akhirnya dialihkan ke jalur Bojongsoang.
Kondisi serupa sebenarnya juga terjadi di jalur Bojongsoang, terutama di wilayah Cikarees yang menghubungkan Kabupaten Bandung dan Kota Bandung. Namun ketinggian air di kawasan tersebut masih memungkinkan kendaraan untuk melintas.
Banjir ini terjadi sejak Jumat pekan lalu setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama tiga hari berturut-turut. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat bersama BPBD Kabupaten Bandung terus berkoordinasi dalam penanganan warga terdampak.
Camat Dayeuhkolot, Asep Suryadi, menjelaskan ratusan warga terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Pihak kecamatan juga terus berkoordinasi dengan BPBD untuk penanganan pengungsi.
“Kami siaga dan terus berkoordinasi, terutama untuk menangani pengungsi,” ujarnya.
Sementara itu, saat upaya konfirmasi dilakukan di Posko BPBD Kabupaten Bandung di Baleendah, tidak terlihat petugas yang berjaga. Namun berdasarkan data yang diunggah melalui media sosial BPBD Kabupaten Bandung, banjir tahun 2026 ini berdampak pada tujuh kecamatan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung, Wahyudin, menyebutkan tujuh kecamatan yang terdampak hujan disertai angin kencang tersebut yaitu Bojongsoang, Arjasari, Cangkuang, Banjaran, Pameungpeuk, Pacet, dan Baleendah.
“Jumlah pengungsi bersifat fluktuatif, namun mencapai ratusan jiwa dari tujuh kecamatan tersebut. Sebagian besar mengungsi di GOR desa atau kecamatan terdekat,” jelas Wahyudin.
Ia menambahkan, di tiga kecamatan yakni Dayeuhkolot, Bojongsoang, dan Baleendah, jumlah warga terdampak mencapai 34.497 jiwa. @desi