VISI.NEWS | CIAMIS – Sejumlah warga Desa Imbanagara Raya, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, setiap hari tampak membawa aneka sampah seperti kardus, kresek, hingga botol bekas air mineral. Bukan untuk dibuang, melainkan disetorkan ke Bank Sampah Kartini, tempat mereka menabung sampah yang kemudian bernilai uang.
Inovasi bank sampah ini telah menjadi rutinitas warga sejak tujuh tahun terakhir. Sampah yang terkumpul diolah, hasilnya ditukar menjadi tabungan yang bisa digunakan untuk kebutuhan mendesak atau disimpan hingga Hari Raya Idul Fitri, dikutip dari laman detikjabar.
Keberadaan Bank Sampah Kartini terbukti membawa manfaat besar. Tidak hanya mengurangi volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), tetapi juga membantu meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat. Warga kini tak sekadar memilah sampah demi kebersihan, melainkan juga demi menambah penghasilan.
Direktur Bank Sampah Kartini, Aan Samsiah, menceritakan perjalanan panjang berdirinya bank sampah tersebut. Program ini lahir pada 21 September 2018, terinspirasi dari sosialisasi yang dilakukan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Ciamis, serta studi banding ke Desa Rajadesa.
“Saya awalnya tidak terlalu tertarik karena masih sibuk di PKK. Tapi setelah sering disosialisasikan, akhirnya timbul rasa ingin ikut andil. Apalagi ketika melihat desa terpencil saja bisa mandiri kelola sampah, kenapa kami tidak?” tutur Aan, dikutip dalam keterangannya, Selasa (19/8/2025).
Bermodal semangat ibu-ibu PKK dan kader Posyandu, kegiatan awal bank sampah dilakukan sederhana, bahkan tanpa gedung dan gudang. Setiap Jumat, bersamaan dengan kegiatan jalan santai, mereka sekaligus mengajak warga menyetorkan sampah rumah tangga.
Kini, Bank Sampah Kartini menjadi salah satu contoh keberhasilan pemberdayaan masyarakat dalam mengelola sampah. Kontribusinya juga mengantarkan Kabupaten Ciamis meraih Anugerah Adipura Kencana 2023.
Gerakan ini membuktikan bahwa pengelolaan sampah berbasis masyarakat bukan hanya solusi lingkungan, tetapi juga jalan menuju kemandirian ekonomi. @salman












