VISI.NEWS | BANDUNG -Bandung Selatan dilanda krisis bahan bakar jenis solar. Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dilaporkan kehabisan stok bio solar, Dexlite, hingga Pertamina Dex sejak Sabtu dini hari (2/5/2026), memicu antrean panjang kendaraan berat dan mengganggu distribusi logistik, diantaranya angkutan sayur menuju Pasar Induk Kramat Jati.
Pantauan di lapangan menunjukkan antrean truk sudah terjadi sejak Jumat malam. Banyak sopir terpaksa menghentikan perjalanan dan parkir di sekitar SPBU karena tidak mendapatkan bahan bakar. Kondisi ini berimbas langsung pada distribusi komoditas segar dari wilayah Bandung Selatan ke Jakarta.
Di SPBU 34.403.13 Jalan Bojongsoang, petugas menyebutkan stok solar telah habis sejak malam sebelumnya.
“Solar dan Dex kosong sejak tadi malam dan belum ada lagi pengisian,” ujar seorang petugas kepada wartawan.
Situasi serupa terjadi di SPBU Jelekong, Jalan Raya Laswi, Baleendah. Petugas di lokasi memastikan seluruh jenis solar tidak tersedia.
“Kosong, Pak. Belum ada pengisian lagi,” katanya singkat.
Sementara itu, SPBU Kulalet menjadi satu-satunya titik yang masih memiliki sisa stok bio solar pada Jumat pagi sekitar pukul 05.00 WIB. Akibatnya, antrean truk mengular hingga ke badan jalan raya, menimbulkan kemacetan dan meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.
Para sopir truk mengaku kondisi ini sangat merugikan. Selain menghambat waktu tempuh, keterlambatan pengiriman juga berpotensi menurunkan kualitas sayuran yang diangkut. “Kalau terlalu lama, sayur bisa layu sebelum sampai pasar,” ujar salah satu sopir.
Di tengah kelangkaan ini, PT Pertamina (Persero) tercatat tidak melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi per 1 Mei 2026. Berdasarkan informasi resmi, harga BBM masih mengacu pada penetapan sebelumnya pada 18 April 2026.
Harga Pertamax (RON 92) tetap di Rp12.300 per liter, sementara Pertamax Turbo (RON 98) berada di angka Rp19.400 per liter. Adapun Pertamax Green dipatok Rp12.900 per liter untuk wilayah Jabodetabek.
Untuk BBM solar nonsubsidi, harga Dexlite tetap Rp23.600 per liter, sedangkan Pertamina Dex berada di level Rp23.900 per liter.
Belum ada keterangan resmi dari Pertamina terkait penyebab kelangkaan solar di wilayah Bandung Selatan ini. Namun, para pengemudi berharap distribusi segera normal kembali agar aktivitas logistik tidak semakin terganggu.
Krisis ini menjadi alarm bagi kelancaran rantai pasok pangan, terutama bagi komoditas segar yang sangat bergantung pada ketepatan waktu distribusi. Jika kondisi berlanjut, dampaknya dikhawatirkan akan merembet hingga ke harga di tingkat konsumen.
@uli