Bansos Lebih Bagus Dalam Bentuk Uang Jangan Barang

Editor Anggota DPRD Kab. Bandung dari Fraksi PKS, H. Dasep Kurnia./visi.news/ki agus.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Untuk mendongkrak perekonomian masyarakat kecil menengah di masa pandemi covid 19 melalui Bantuan Sosial (Bansos) oleh Pemerintah, dikatakan anggota DPRD Kab. Bandung dari Fraksi PKS, H. Dasep Kurnia, lebih baik dalam bentuk uang bukan barang.

Dasep mengemukakan, dengan Bansos berupa uang, dapat menjadi instrumen perputaran perekonomian masyarakat terutama bagi warung kecil dan pasar tradisional. Karena jelas bantuan tersebut bisa dibelanjakan.

“Bila dengan barang berupa beras, minyak kelapa, telur, dan lainnya, otomatis akan berdampak pada kerugian bagi masyarakat kecil karena mereka tidak bisa berbelanja. Berbeda kalau dalam wujud uang,” katanya di Fraksi, Senin (15/3/2021).

Dengan memberikan bantuan uang, disebutkan dia, akan memudahkan dalam aspek pengawasannya berbeda dengan bantuan berbentuk barang. Bisa saja dari kualitas dan kuantitasnya yang diberikan kepada masyarakat.

Ini tergantung dengan pemerintah sendiri, apakah BanSos itu tujuannya untuk kepentingan rakyat atau Profit Oriented. Meski pun Perusahaan Milik Daerah (PMD) tetap kepentingan masyarakat harus menjadi prioritas. Apalagi berkaitan dengan perputaran ekonomi.

“Kita tidak bisa memprediksikan apakah barang yang diterima masyarakat sudah sesuai dengan standar kebutuhan atau sebaliknya. Namun bila dalam bentuk uang akan memudahkan dalam pengawasannya,” ujar dia.

Dia mengilustrasikan jika bantuan dalam bentuk uang, maka masyarakat bisa belanja ke warung, dan ke pasar tradisional, karena jelas di masa pandemi ini yang dibutuhkan adalah perputaran ekonomi, pemulihan ekonomi, dan mendongkrak perekonomian masyarakat.

Tapi kalau terus mengedepankan kepentingan perusahaan dengan melimpahkan segala sesuatunya juga bantuan sosial, ungkap dia, lalu bagaimana dengan perkembangan perekonomian masyarakat kecil menengah lainnya yang mengandalkan hidup dari membuka warung.

Baca Juga :  HIDAYAH: Meski Belum Syahadat, Mualaf Madina Su Menangis Baca Alquran

Hal inilah menurutnya perlu dilakukan perubahan kalau memang setiap bantuan yang diberikan pemerintah untuk membantu perekononian masyarakat. “Kalau terus begitu dan tidak berubah sama sekali, maka para pedagang kecil bisa terpuruk,” tambahnya.

Jangan sampai yang kaya makin kaya yang miskin bertambah miskin karena peraturan yang dianggap Dasep tidak pro rakyat. Kedepankan program dan perencanaan dengan lebih mengutamakan kepentingan masyarakat. Salah satunya dengan cara mengganti mekanisme bantuan yang sebelumnya dalam bentuk barang menjadi uang.

“Biarkan masyarakat membelanjakan uang bantuan tersebut ke warung atau ke pasar tradisional. Dengan demikian laju perputaran ekonomi akan jelas dan terarah serta saling menguntungkan satu sama lain,” pungkas dia. @qia.

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Vaksinasi untuk Calon Jemaah Haji Ditargetkan Selesai Mei, Masjid Nabawi Didesinfeksi

Sel Mar 16 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menargetkan vaksinasi bagi calon jamaah haji 1442H / 2021M selesai pada Mei 2021. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenkes RI, Oscar Primadi mengatakan prediksi tersebut mengacu pada skema vaksinasi nasional. “Insyaallah jemaah haji Indonesia akan kita selesai vaksinasi pada bulan Mei nanti. Jadi tidak ada […]