Begini Nasib Kaum Disabilitas Di Tengah Covid -19

Editor Ketua Umum Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BK3S) Pinky/BNPB
Silahkan bagikan

Visi.News –Ketua Umum Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BK3S), Pinky Saptandari, mengajak masyarakat juga memperhatikan nasib para penyandang disabilitas di tengah pandemi covid-19,  sebab mereka menjadi yang paling terdampak dan lebih membutuhkan bantuan.

“Sering kali orang melupakan bahwa ada yang paling terdampak dibandingkan kita.”

“Kita semua susah, betul ya. Pengusaha susah, karyawan susah, tetapi ada yang lebih susah daripada kita, gitu ya, yaitu teman-teman disabilitas,” kata Pinky dalam dialog yang dimoderatori seorang dokter, aktris dan presenter Lula Kamal di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, kemarin.

Pinky memberi contoh bagi tuna netra yang pekerjaannya memijat, mereka menjadi tidak ada pendapatan sama sekali. Maka orang yang seperti mereka, lamjutnya,  yang paling terdampak dan memerlukan bantuan.

“Jadi, ini contoh gimana bahwa mereka, kalau kita bicara semua kena dampaknya, barangkali yang harus kita pikirkan, mereka yang paling terdampak,” ujar Pinky.

Berdasarkan data yang dimiliki Direktur Yayasan Plan International, Dini Widiastuti, setidaknya ada 34 juta penduduk disabilitas yang terdampak oleh kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), sebagai upaya untuk memutus rantai penyebaran covid-19.

Dini yang sering melakukan pendampingan para disabilitas di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur, menjelaskan, informasi mengenai pencegahan covid-19 bahkan belum secara benar diperoleh masyarakat yang memiliki keterbatasan pada layanan informasi.

Selain itu, anak-anak dengan disabilitas juga menjadi yang paling kesulitan mendapatkan pembelajaran dalam masa pandemi.

“Apalagi anak-anak dengan disabilitasnya dengan segala keterbatasannya Itu harus diperhatikan oleh pemerintah juga. “Jadi, Kementerian Pendidikan juga bagaimana supaya anak-anak itu tidak tertinggal, ya. No one left behind, kan katanya,” ucap dia.

Baca Juga :  REFLEKSI | Diuji Allah

Selain bermasalah pada kondisi keuangan, Pingky juga mengungkapkan bahwa penduduk dengan disabilitas juga kerap mengalami masalah dalam memenuhi kewajiban seperti pembayaran tagihan listrik dan cicilan koperasi atau bank.

Menurutnya, warga dengan disabilitas juga harus membutuhkan bantuan dalam pengelolaan keuangan untuk mengatur kewajiban yang harus dibayarkan dalam masa pandemi.

Pinky berharap masyarakat yang lebih mampu dapat membantu sesama mulai dari tetangganya sendiri dengan berbagi dan membeli apabila ada yang warga yang menjual produknya.

“Jadi, misalnya Mbak Lula ditawarin bumbu pecel, walaupun nggak butuh, ya kita beli aja, gitu. Bagikan ke yang lain, karena dengan cara itu, kita membantu, selain sembako kita membantu mereka dengan lebih  detil, gitu,” katanya.@awn

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Empat Orang Perawat Puskesmas Tamansari Dipastikan Tertular Covid -19

Sen Mei 18 , 2020
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Tasikmalaya merilis penambahan empat kasus terkonfirmasi positif, per Minggu (17/5/2020). Empat tenaga kesehatan di salah satu Puskesmas ada yang tertular. Total kumulatif kasus menjadi 37 orang. “Sementara dipastikan melalui rapid test, kita juga sudah mengirim sampel untuk Swab/ PCR dan dikirimkan […]
Puskesmas Tamansari, Kota Tasikmalaya./visi.news/tif