Search
Close this search box.

Bekasi Raih 100% Keberhasilan dalam Gerakan Serentak Penanganan Stunting: Apresiasi untuk Kader Posyandu

Bagikan :

VISI.NEWS | BEKASI – Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi telah menyelesaikan gerakan serentak pengukuran dan intervensi penanganan stunting yang berlangsung selama tiga minggu pada Juni 2024. Keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras semua pihak, terutama para kader Posyandu yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Bekasi. Gerakan ini bertujuan untuk mengurangi angka stunting yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, dr. Alamsyah, dalam acara Jambore Kader Posyandu dan Launching Desa Siaga Bebas TBC di Kantor Kecamatan Tambelang pada Kamis (11/7/2024), mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya terhadap para kader Posyandu. “Ya, capaian kita 100 persen. Ini berkat kerja keras ibu-ibu kader Posyandu di seluruh Kabupaten Bekasi,” kata dr. Alamsyah. Pernyataan ini mendapatkan sambutan meriah dari para peserta yang hadir dalam acara tersebut.

Gerakan serentak ini melibatkan berbagai aktivitas pengukuran dan intervensi, seperti pemantauan pertumbuhan anak, pemberian makanan tambahan, dan edukasi gizi kepada para orang tua. Semua kegiatan ini dilaksanakan secara sistematis dan terstruktur dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk tenaga kesehatan dan pemerintah desa. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa kolaborasi dan kerjasama antar semua pihak sangat penting dalam menangani masalah stunting.

Meskipun capaian 100 persen telah diraih, dr. Alamsyah mengingatkan bahwa pekerjaan dalam penanganan stunting belum selesai. “Kita masih memiliki banyak tantangan ke depan. Penanganan stunting memerlukan upaya berkelanjutan dan komitmen yang kuat dari semua pihak,” tambahnya. Hal ini menekankan pentingnya keberlanjutan program-program yang telah ada serta pengembangan inisiatif baru untuk menjaga hasil yang telah dicapai.

Selama tiga minggu pelaksanaan gerakan serentak ini, berbagai kendala dan tantangan berhasil diatasi. Mulai dari sulitnya akses ke daerah terpencil hingga kurangnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencegahan stunting. Namun, dengan semangat dan dedikasi tinggi, para kader Posyandu berhasil mengatasi hambatan tersebut dan memastikan bahwa semua anak mendapatkan layanan kesehatan yang memadai.

Baca Juga :  Longsor Terjang Cianaga Sukabumi, Sawah dan Jalan Tertimbun

Selain penanganan stunting, acara di Kantor Kecamatan Tambelang tersebut juga dirangkaikan dengan launching Desa Siaga Bebas TBC. Program ini merupakan inisiatif lain dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi untuk mengatasi masalah kesehatan lain yang juga mendesak. Dengan adanya Desa Siaga Bebas TBC, diharapkan penanganan dan pencegahan penyakit tuberkulosis bisa lebih efektif dan menyeluruh.

Keberhasilan gerakan serentak ini menjadi bukti bahwa dengan kerja keras, kolaborasi, dan komitmen yang kuat, masalah kesehatan masyarakat seperti stunting dapat diatasi. Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi berharap hasil ini dapat menjadi motivasi bagi daerah lain untuk melakukan upaya serupa demi meningkatkan kualitas kesehatan anak-anak Indonesia.

@rizalkoswara

Baca Berita Menarik Lainnya :