VISI NEWS | KOTA BANDUNG – Workshop media bertajuk ‘Cerita Koperasi Desa Jadi Berita Bermakna’ yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI digelar di The Luxton Hotel Bandung, Rabu (22/4/2026).
Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah dan insan media untuk memperkuat narasi pembangunan desa melalui pemberdayaan koperasi.
Dalam sambutannya, Plt. Direktur Ekosistem Media, Kementerian Komunikasi dan Digital, Farida Dewi Maharani, menyampaikan bahwa workshop ini merupakan bagian dari upaya mengemas program koperasi desa agar lebih mudah dipahami dan disebarluaskan kepada masyarakat melalui media.
Ia menjelaskan bahwa program Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu prioritas nasional dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya pada segmen menengah ke bawah. Menurutnya, pembangunan tidak hanya berpusat di kota, tetapi harus dimulai dari desa dengan mengoptimalkan sumber daya manusia serta potensi lokal yang dimiliki masing-masing daerah.
“Setiap desa memiliki keunikan, baik di sektor pertanian maupun kerajinan. Koperasi hadir sebagai wadah untuk mengembangkan potensi tersebut sekaligus menjadi fasilitas bagi pelaku UMKM agar produknya dapat berkembang dan memiliki akses pasar yang lebih luas,” ujarnya.
Lebih lanjut, Farida menekankan bahwa koperasi desa juga berperan sebagai medium pemasaran produk UMKM. Di era digital saat ini, proses promosi hingga distribusi diharapkan dapat terintegrasi secara digital sehingga lebih efisien dan menjangkau pasar yang lebih luas.
Dari sisi infrastruktur, ia mengungkapkan bahwa tingkat konektivitas digital di Indonesia telah mencapai sekitar 98 persen wilayah berpenduduk, dengan penetrasi internet yang terus meningkat hingga kisaran 60–80 persen pada 2025.
Hal ini menjadi dasar kuat bagi pengembangan ekosistem digital, termasuk di wilayah Jawa dan Jawa Barat yang menunjukkan peningkatan indeks konektivitas.
Selain pembangunan infrastruktur, pemerintah juga terus mendorong literasi digital masyarakat. Farida menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi tidak cukup hanya sebatas konsumsi, tetapi harus mampu memberikan manfaat nyata, termasuk dalam pemberdayaan ekonomi dan peningkatan kapasitas individu.
“Kita ingin melihat kualitas SDM yang siap masuk ke dunia kerja, termasuk kemampuan digital. UMKM dan koperasi harus mampu beradaptasi dan masuk ke dalam ekosistem digital yang lebih luas,” tambahnya.
Melalui workshop ini, para jurnalis diharapkan dapat berperan sebagai jembatan antara pemerintah dan masyarakat dalam menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab.
Ia menekankan bahwa media memiliki peran strategis dalam membentuk persepsi publik, sehingga setiap informasi yang disampaikan harus memiliki nilai dan tanggung jawab moral.
Workshop ini sekaligus menjadi langkah konkret dalam memperkuat sinergi antara pemerintah, koperasi desa, dan media untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis desa yang inklusif dan berkelanjutan. @ihda