Belum Terlambat Untuk Berbenah Sebelum Menjadi Megapolitan

Editor Agung Yansusan/visi.news/ki agus
Silahkan bagikan

VISI.NEWS — Daerah atau kawasan konservasi yang sudah berubah menjadi kawasan atau kota megapolitan akan sangat sulit mengubahnya kembali menjadi ke kondusi semula. Demikian kata anggota Komisi C DPRD Kabupaten Bandung, dari Fraksi Golkar, Agung Yansusan, menyikapi alih fungsi lahan pertanian atau konservasi di Kabupaten Bandung yang nenjadi kawasan perumahan tau alih fungsi launnya.

“Saat ini belum terlambat untuk mencegah agar hal tesebut tidak sampai terjadi,” katanya, di Soreang, Kamis (4/6/2020).

Menurut dia,  pada dasarnya setiap pembangunan harus mengacu kepada hukum tata ruang dengan berpedoman pada Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

“Dengan mempunyai RTRW maka pembangunan bisa terakomodir dengan baik dan sesuai peruntukkannya,” ujar dia.

Agung akui, adanya pengurugan lahan itu akan memperkecil zona hijau di suatuwilayah. Apa lagi, lanjutnya, pembangunan itu dilakukan hanya atas dasar kebutuhan sepihak yang mrngakibatkan kerugian bagi semua pihak.

Guna menanggulangi prilaku itu, menurut dia, Pemkab Bandung harus mrmpunyai Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)  agar pembangunan bisa tertib, aman, dan terkendali.

Dia meminta Pemkab Bandung sebelum mengeluarkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) menyurvei lokasinya dengan menurunkan konsultan ahli untuk memverifikasinya.

“Itu, katanya harus dilakukan jangan sampai terjadi pembangunan itu merusak tatanan tata ruang.

“Kalau menyalahi aturan atau tidak sesuai dengan pengajuan, lebih baik batalkan saja dan dicoret permohonan izinnya, .karena jelas apa yang dilakukan pemohon izin tidak sesuai dengan RTRW dan RDTR. Makanya Pemkab Bandung harus bisa selektif saat mengeluarkan izin jangan asal memberikannya dengan alasan dokumen yang diminta sudah mencukupi.”

Dengan demikian, , maka, ia menyebutjan, akan terjaga hukum tata ruang serta keharmonisannya, karena koridor penempatannya tepat sasaran dan bisa menjaga stabilisasi lingkungan. @qia

Baca Juga :  Dorong Indonesia Bebas Kandang Baterai 2030, AFJ Adakan Diskusi Kelompok Terpumpun

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Di Balik Tragedi George Floyd, Nonmuslim Kagumi Ajaran Nabi Muhammad tentang Rasisme

Jum Jun 5 , 2020
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Kematian tragis George Floyd di Amerika Serikat (AS) semakin menggema di seluruh dunia. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya kecaman masyarakat atas tragedi yang dilatarbelakangi rasisme tersebut. Memang, adanya perbedaan ras, etnis, agama, dan lain sebagainya tidak jarang membuat kaum mayoritas merasa lebih superior dibandingkan dengan mereka yang […]