Search
Close this search box.

Benny Rhamdani : Pasca Pandemi, Peluang Pekerja Migran Indonesia Terbuka Luas

Kepala BP2MI Benny Rhamdani (kiri) dan Owner LPK Wirakarya Asep Ikhsan (kanan). /visi.news/aep sa

Bagikan :

VISI.NEWS – Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Benny Rhamdani mengatakan bahwa pasca pandemi peluang pekerja migran Indonesia sangat terbuka luas.

“Kita sudah menandatangani MoU untuk pekerja migran di 150 negara. Peluang yang terbuka cukup luas, dan sampai saat ini belum bisa kita penuhi,” ungkap Benny kepada VISI.NEWS di sela acara Sosialisasi Pekerja Migran Indonesia di Graha Wirakarya, Ciparay, Kabupaten Bandung, Kamis (30/2021).

Baca juga

Benny Rhamdani, ‘Anak Ciparay’ yang Malang Melintang di Jagat Pekerja Migran

Salah satunya kebutuhan tenaga kerja Indonesia untuk ke Jepang. Tahun 2021 ini, dari permintaan lebih dari 75.000 tenaga kerja kita baru terpenuhi 4.000. “Sehingga peluang untuk kerja di Jepang saja sangat besar, belum di Korea, bahkan belum lama ini kita juga menandatangani kebutuhan tenaga kerja migran ke Jerman,” kata Benny yang saat memberikan keterangan didampingi pemilik LPK Wirakarya Asep Ikhsan.

Namun ia mengingatkan, tenaga kerja migran yang dibutuhkan di luar negeri mereka yang sudah trampil dan punya keahlian. “Sehingga, setiap tenaga kerja yang kita kirim ke luar negeri harus melalui proses pelatihan di bidangnya dan kemampuan berbahasa negara tujuan,” jelasnya.

Oleh karena itu, pria kelahiran Ciparay, Kab. Bandung ini wanti-wanti agar masyarakat yang berminat bekerja di luar negeri tanpa melalui proses pelatihan kemungkinan masuk perangkap agen TKI ilegal. “Yang resmi itu pasti ada pelatihan, dan kalaupun ada biaya, itu uang hasil kerja mereka sendiri. Jadi bukan dibiayai oleh ‘agen’, dan bahkan keluarga yang ditinggalkanya diberi uang ‘bekal’. Yang seperti itu patut dicurigai,” tandasnya.

Benny mengatakan, upah tenaga kerja migran cukup besar, bahkan di Jepang bisa mencapai lebih dari Rp 30 juta per bulan. “Mereka yang punya keterampilan ditunjang dengan kemampuan bahasa Jepang yang memadai, gajinya bisa mencapai Rp. 30 juta lebih sebulan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Disdik Sukabumi Ingatkan Kepsek Soal Pemeliharaan Rutin Sekolah

Sementara owner LPK Wirakarya Asep Ikhsan mengaku sangat menyambut baik adanya kunjungan dari BP2MI tersebut. “Saya tentunya sangat menyambut baik adanya sosialisasi pekerja migran di Kabupaten Bandung ini. Semoga semakin terbuka peluang kerja bagi warga kita, dan ada realisasinya,” ujarnya.

Dengan adanya sosialisasi tersebut, pihaknya sebagai penyedia tenaga kerja berkualitas itu jadi memiliki jaminan. “Artinya, dengan BP2MI ini kami merasa terlindungi, diayomi, juga penempatan lulusan-lulusan kami yang ingin menjadi pekerja migran Indonesia,” ujarnya.@mpa/asa

Baca Berita Menarik Lainnya :